Ramadhan Nan Indah, Catatan Pinggir: Bahtiar Parenrengi

- Jurnalis

Senin, 12 April 2021 - 01:15 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONEKU.COM-Dibulan Ramadhan, Surat Al Baqarah ayat 183 tentang Puasa Ramadhan menjadi sangat populer. Disetiap Mushola, disetiap Mesjid, ayat itu menjadi penekanan para ustadz.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ
Artinya: Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.
Ibadah puasa bagi umat Islam hukumnya fardhu atau wajib. Suatu keharusan. Dan saat kecil dulu, jelang Ramdhan kita beli peci baru. Pun selalu mempersiapkan mainan untuk mengisi waktu sehabis mengaji.
Saat itu, saat hand phone atau gadget belum mewarnai kehidupan. Jangankan HP, telepon rumah saja belum ada. Apalagi telpon umum. 
Saat kecil dulu, permainan ular tangga, monopoli, meriam bambu, mobil-mobilan terbuat dari sisa kayu bendala atau sendal jepit menjadi pilihan.
Tak ketinggalan pula permainan orkes, gendang yang dibuat dari limbah. Kaleng bekas serta kulit semen dan plastik menjadi sebuah permainan yang cukup membuat kita menjadi kreatif.
                ***
Zaman telah berubah, namun ajakan Tuhan tak berubah. Tetap pasti. Harus melalui etafe atau jalur yang telah digariskan ketiga hendak meraih ketaqwaan.
Ajakan Tuhan tetap universal. Tetap berlaku bagi yang mengaku muslim. Bahwa untuk mencapai taqwa, seorang muslim harus menunaikan ibadah puasa. 
Karena puasa diperuntukkan untuk orang beriman, maka puasa itu bukan sesuatu yang berat baginya. Tapi telah menjadi sebuah kebutuhan, Puasa telah menjadi pelengkap hidup didunia maupun diakhirat kelak.
Sebuah konsekwensi keiman, haruslah meniti hidupnya dengan “cobaan” lapar dan dahaga. Keimanan harus diwujudkan dalam perbuatan ikhlas. Berbuat tanpa tekanan.
Kita beriman karena kita berislam. Sebagai 
Seorang manusia yang telah mengikrarkan diri lewat syahadat. Ada persaksian. Ada bentuk menyerahkan diri. Bentuk hamba dengan Tuhannya.
                 ***
Ramadhan kini hadir lagi. Hadir untuk mengingatkan kita, bahwa apakah nuansa Ramadhan terus mewarnai kehidupan kita. Apakah hakikat ramadhan terus menjadi esensi kehidupan kita?
Ramadhan Tahun ini telah menjadi berkah. Karena ramadhan sebelumnya kita telah dibatasi untuk berkegiatan. Dibatasi beribadah di mushola dan di mesjid. 
Ramadhan sebelumnya, di tahun 2020 lalu menjadi bulan yang penuh mengawasan. Kita diawasi beraktivitas ibadah dengan pelibatan banyak jamaah. Kita dibatasi buka puasa bareng ataupun sahur bareng.
Tarwih bersama tak memungkinkan digelar. Karena ibadah Shalat Tarwih akan memobilisasi jamaah untuk hadir. Pembatasan kegiatan keagamaan telah diatur oleh Satgas Penanganan Covid 19.
Namun kini, Ramadhan di tahun 2021, pelaksanaan ibadah dirumah ibadah sudah mendapat restu. Pemerintah telah membolehkan pelaksanaan ibadah, pelaksanaan aksi-aksi sosial keagamaan.
Nemun demikian, kita perlu sadari dan perlu mawas diri bahwa, aktivitas keagamaan berjalan dengan tetap memberlakukan protokoler kesehatan. Tetap mengikuti dan menghormati anjuran pemerintah. Sehingga dengan demikian, puasa ramadhan yang kita jalankan menjadi berkah adanya. Artinya, ramadhan jiwanya ramadhan raganya. Ramadhan yang penuh berkah. Dan itulah yang selalu diidamkan sebagai Ramadhan Nan Indah.(*)
Baca Juga:  Kepsek SMPN 5 Belum Masuk Sejak Dilantik, Dikabarkan Berada di Paris

Berita Terkait

Sulsel Tempati Peringkat IV PPD 2026, Pemprov Perkuat Perencanaan Berbasis Data
Bukan di Ruang Rapat, Fadel Adiyaksa Pilih Silaturahmi Bersama Warga di Pinggir Sungai Saleng
Fatmawati Rusdi Tekankan Pencegahan Stunting dan Edukasi Lingkungan bagi Pelajar Toraja Utara
Diduga Emosi karena Ditolak Bertemu, Suami Bakar Rumah Istri
Gubernur Sulsel Bawa Pengalaman Digitalisasi Keuangan ke Forum Nasional FEKDI x IFSE 2026
10 Ton Solar Subsidi Terhenti di Bone, Polisi Bongkar Dugaan Pengiriman ke Kolaka
Andi Sudirman Hadiri Perayaan Hari Nasional Arab Saudi, Bertemu Sejumlah Pejabat dan Dubes
Bertemu Dubes Swiss di Kapal Phinisi, Wagub Fatmawati Bahas Rumput Laut, Kopi, dan Kakao

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 13:40 WITA

Sulsel Tempati Peringkat IV PPD 2026, Pemprov Perkuat Perencanaan Berbasis Data

Senin, 28 September 2026 - 13:04 WITA

Bukan di Ruang Rapat, Fadel Adiyaksa Pilih Silaturahmi Bersama Warga di Pinggir Sungai Saleng

Minggu, 27 September 2026 - 00:25 WITA

Fatmawati Rusdi Tekankan Pencegahan Stunting dan Edukasi Lingkungan bagi Pelajar Toraja Utara

Sabtu, 26 September 2026 - 21:11 WITA

Diduga Emosi karena Ditolak Bertemu, Suami Bakar Rumah Istri

Jumat, 25 September 2026 - 20:24 WITA

Gubernur Sulsel Bawa Pengalaman Digitalisasi Keuangan ke Forum Nasional FEKDI x IFSE 2026

Berita Terbaru