Proyek Cetak Sawah Bone Diterpa Skandal Dugaan Perusakan Hutan

- Jurnalis

Sabtu, 17 Januari 2026 - 17:37 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

BONE.BONEKU.COM,– Tabir dugaan perusakan kawasan hutan yang mengiringi pelaksanaan proyek cetak sawah di Kabupaten Bone kembali mencuat. Berdasarkan informasi yang berhasil dikumpulkan, lokasi perusakan itu berada di Kecamatan Kahu. Luasnya tak kecil, mencapai sekitar 2 hektare kawasan hutan yang seharusnya steril dari aktivitas alat berat.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ulubila, Andi Ariadi, yang dikonfirmasi media membenarkan adanya dugaan kawasan hutan di wilayah kerjanya telah dirambah dan dirusak. Ariadi mengungkapkan peristiwa tersebut terjadi akibat miskomunikasi di lapangan saat pelaksanaan kegiatan proyek.

“Memang ada pengrusakan kawasan hutan, kurang lebih dua hektare. Dugaan sementara karena miskomunikasi,” ujar Ariadi, Jumat, 16 Januari 2026.

Ariadi mengakui bahwa aktivitas tersebut berkaitan dengan proyek cetak sawah yang saat ini tengah menuai sorotan publik. Namun demikian, Ariadi menegaskan pihaknya masih melakukan pendalaman dan belum dapat memastikan perusahaan mana yang bertanggung jawab atas dugaan pelanggaran tersebut.

Baca Juga:  93 Personel Polres Bone dan Batalyon C Pelopor Satbrimob Polda Sulsel Resmi Naik Pangkat

“Masih kita dalami. Dalam waktu dekat rencananya akan kita panggil pihak terkait,” katanya singkat.

Meski proyek cetak sawah merupakan bagian dari program strategis pemerintah, Ariadi menegaskan bahwa KPH Ulubila tetap berpegang pada fungsi dan kewenangannya dalam menjaga kawasan hutan. Ia menolak anggapan bahwa langkah yang diambil pihaknya merupakan bentuk penghambatan program pemerintah.

“Saya tidak mau mencampuri urusan teknis atau administrasi proyek. Fokus kami hanya pada penegakan aturan kehutanan. Jangan sampai dikira mau menghalangi proyek pemerintah. Saya profesional, bekerja sesuai kewenangan,” tegasnya.

Baca Juga:  Tekan Angka Pelanggaran Dan Kecelakaan Anak di Bawah Umur, Satlantas Polres Bone Gelar Pertemuan FKKL

Konfirmasi ini kian memperkeruh wajah proyek cetak sawah di Bone. Program yang digadang-gadang sebagai solusi ketahanan pangan itu kini dihadapkan pada persoalan serius, mulai dari minimnya transparansi, lemahnya koordinasi lintas sektor, hingga dugaan pelanggaran hukum di kawasan lindung.

Sebelumnya, publik kesulitan mengakses informasi dasar proyek ini. Hingga memasuki tahun 2026, data pemenang tender dan besaran anggaran proyek cetak sawah tahun 2025 masih tertutup rapat, bahkan dari pejabat teknis yang semestinya mengetahui detail pelaksanaannya.

Tak berhenti di situ, isu dugaan penggunaan solar subsidi oleh alat berat proyek semakin memperpanjang daftar persoalan. Kini, indikasi perusakan hutan di Kecamatan Kahu menjadi alarm keras bahwa pengawasan proyek ini berjalan pincang.

Baca Juga:  Pemilu 2024 Tinggal 4 Hari, Ini Harapan Kapolres Bone

Berdasarkan penelusuran, PT Amarta Konstruksi tercatat sebagai salah satu dari empat perusahaan pemenang tender proyek cetak sawah di Kabupaten Bone, dengan nilai kontrak diketahui lebih dari Rp5,8 miliar, terendah dibandingkan tiga perusahaan lainnya. Sementara PT Amal Loponindo mengelola proyek cetak sawah di Wilayah II Bone dengan nilai kontrak mencapai lebih dari Rp21,3 miliar.

Rangkaian fakta ini menempatkan proyek cetak sawah bukan lagi sekadar program pembangunan pertanian. Ia menjelma menjadi potret persoalan klasik proyek publik, minim transparansi, pengawasan yang longgar, dan potensi pelanggaran hukum yang satu per satu mulai terkuak ke permukaan. (*)

Berita Terkait

Perangi Narkotika hingga Desa, Bupati Bone Resmikan Tim P4GN di 27 Kecamatan
Buruh Proyek Sekolah Rakyat di Bone Tagih Gaji, Upah Telat Lebih Tiga Pekan
Kasus Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Bone Masih Bergulir, Versi Korban dan Saksi Berbeda
Diduga Dipicu Persoalan Kue, Ketua DPRD Bone Dilaporkan ke Polisi
Jalan Baru Lapeccang–Lonrong Diresmikan, Bupati Bone Janjikan Pembangunan Merata
KPPN Watampone Beri Penghargaan Satker Terbaik, Perkuat Sinergi Pengelolaan APBN
TPID Bone Gelar Operasi Pasar di Pasar Palakka, Harga Bahan Pokok Relatif Stabil, Ikan Masih Mahal
Pemkab Bone Gelar Nobar Final Piala Dunia 2026 di Lapangan Merdeka, Wabup Ajak Masyarakat Hadir

Berita Terkait

Senin, 27 Juli 2026 - 13:34 WITA

Perangi Narkotika hingga Desa, Bupati Bone Resmikan Tim P4GN di 27 Kecamatan

Jumat, 24 Juli 2026 - 20:27 WITA

Buruh Proyek Sekolah Rakyat di Bone Tagih Gaji, Upah Telat Lebih Tiga Pekan

Kamis, 23 Juli 2026 - 14:18 WITA

Kasus Dugaan Penganiayaan Ketua DPRD Bone Masih Bergulir, Versi Korban dan Saksi Berbeda

Rabu, 22 Juli 2026 - 22:48 WITA

Diduga Dipicu Persoalan Kue, Ketua DPRD Bone Dilaporkan ke Polisi

Rabu, 22 Juli 2026 - 13:02 WITA

Jalan Baru Lapeccang–Lonrong Diresmikan, Bupati Bone Janjikan Pembangunan Merata

Berita Terbaru