Proyek Cetak Sawah Bone Disorot, Empat Perusahaan Pemenang Tender Dipertanyakan

- Jurnalis

Senin, 19 Januari 2026 - 17:06 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

BONE.BONEKU.COM,– Sorotan publik terhadap proyek cetak sawah tahun 2025 di Kabupaten Bone kian menguat. Program yang sejatinya dirancang untuk memperkuat ketahanan pangan itu justru berubah menjadi ladang tanda tanya, terutama setelah terungkap empat perusahaan pemenang tender dengan nilai kontrak mencapai puluhan miliar rupiah.

Keempat perusahaan tersebut yakni Mineral Unggul Jaya dengan nilai kontrak Rp12,2 miliar, Amarta Konstruksi Rp5,8 miliar, Amal Loponindo Rp21,3 miliar, serta Icon Perkasa Abadi sebesar Rp8,3 miliar. Total anggaran yang digelontorkan tak kecil, namun pelaksanaannya dinilai jauh dari harapan.

Sejak tahap perencanaan, proyek ini sudah memunculkan kejanggalan. Petunjuk teknis (juknis) awalnya mengarah pada pola swakelola, namun di tengah jalan justru beralih menjadi sistem tender. Perubahan mendadak tersebut terjadi tanpa penjelasan terbuka kepada publik, memicu dugaan kuat adanya pengalihan skema yang disengaja sejak awal.

Baca Juga:  Festival Merdeka WIB, 7 OPD Lolos ke Grand Final Perebutkan Piala Bupati, Berikut Daftarnya

Masalah di lapangan pun kian menumpuk. Mulai dari dugaan penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi oleh alat berat, keterlambatan pengerjaan, hingga indikasi perusakan kawasan hutan di Kecamatan Kahu. Seluruh persoalan itu disebut-sebut berkaitan langsung dengan aktivitas proyek cetak sawah.

Kepala Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Ulubila, Andi Ariadi, bahkan telah mengonfirmasi adanya dugaan pengrusakan kawasan hutan yang beririsan dengan proyek tersebut. Meski ia menyebut kejadian itu dipicu oleh miskomunikasi, fakta kerusakan tetap menjadi catatan serius.

Baca Juga:  Ini Nama-nama Korban Kebakaran di Panyili

Yang lebih mengkhawatirkan, beredar informasi mengenai dugaan adanya oknum yang berperan sebagai pengatur sekaligus pembagi paket proyek kepada para pemenang tender. Fee proyek yang disebut mencapai hingga 25 persen semakin menguatkan dugaan praktik rente dalam proyek strategis ini. Jika informasi tersebut terbukti, maka proyek cetak sawah Bone bukan hanya bermasalah secara tata kelola, tetapi juga berpotensi melanggar hukum.

Minimnya keterbukaan informasi, baik pada proses tender maupun pelaksanaan di lapangan, membuat publik kesulitan menilai tingkat akuntabilitas keempat perusahaan tersebut. Yang tampak justru pola lama proyek publik: anggaran besar, pengawasan lemah, dan persoalan yang muncul silih berganti.

Baca Juga:  Tingkatkan Kesiapsiagaan, Personil Polres Bone dan Brimob Yon C Latihan Dalmas Gabungan

Kini, proyek cetak sawah di Kabupaten Bone berada di persimpangan jalan. Tanpa audit menyeluruh dan penjelasan transparan terkait perubahan skema, dugaan pengaturan proyek, serta peran para pemenang tender, program yang digadang-gadang menjadi tulang punggung ketahanan pangan daerah ini berisiko menjadi contoh buruk bagaimana proyek strategis negara tergelincir oleh kepentingan dan praktik di balik layar. (*)

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Video Diduga Konsumsi Narkoba di Hadapan Anak, Terduga Pelaku Diamankan Polisi
Putra Daerah Bangun Jalan Beton 315 Meter, H. Faisal Surur : Jangan Simpan Harta di Balik Bantal
Tak Ada Ampun! Kasat Lantas Polres Bone Tegas Berantas Balap Liar Saat Ramadan
Investasi Jepang Masuk Bone, Ribuan Hektare Pesisir Ditargetkan Hijau Kembali
Diduga Salah Paham, Pemuda di Bone Nekat Serang Korban dengan Badik
Spesialis Pembobol Rumah Kosong di Bone Diringkus Polsek Tanete Riattang
Gerakan ASRI Digelorakan, Ribuan Warga Bone Turun Bersih-Bersih
Aksi Premanisme Pengamen Berakhir di Tangan Petugas

Berita Terkait

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:46 WITA

Video Diduga Konsumsi Narkoba di Hadapan Anak, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Selasa, 17 Februari 2026 - 14:01 WITA

Putra Daerah Bangun Jalan Beton 315 Meter, H. Faisal Surur : Jangan Simpan Harta di Balik Bantal

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:46 WITA

Tak Ada Ampun! Kasat Lantas Polres Bone Tegas Berantas Balap Liar Saat Ramadan

Jumat, 13 Februari 2026 - 22:48 WITA

Diduga Salah Paham, Pemuda di Bone Nekat Serang Korban dengan Badik

Jumat, 13 Februari 2026 - 17:56 WITA

Spesialis Pembobol Rumah Kosong di Bone Diringkus Polsek Tanete Riattang

Berita Terbaru

Hukrim

Polsek Cina Ringkus Dua Pelaku Penggelapan Motor

Senin, 16 Feb 2026 - 16:14 WITA