BONE.BONEKU.COM,– Pemerintah Kabupaten Bone menggelar Lomba Lorong dan Dusun Bugiz (Bunga dan Gizi) yang berlangsung sejak 15 Januari hingga 4 Februari 2026. Kegiatan ini menjadi upaya mendorong terciptanya lingkungan yang bersih, indah, sehat, sekaligus produktif melalui partisipasi aktif masyarakat.
Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., menyambut baik pelaksanaan lomba tersebut. Menurutnya, lorong dan dusun merupakan wajah daerah yang mencerminkan kualitas hidup masyarakat.
“Jika lingkungan tertata, bersih, dan hijau, maka kualitas hidup warga juga akan meningkat. Saya berharap lomba ini menjadi gerakan bersama, bukan sekadar kompetisi,” ujar Andi Asman Sulaiman di Rumah Jabatan Bupati Bone, Kota Watampone, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, lomba ini diikuti oleh satu dusun dari setiap desa dan satu lorong dari setiap kelurahan. Pemerintah daerah ingin melihat kreativitas camat, lurah, serta masyarakat dalam menata wilayahnya, terutama dalam memadukan unsur kebersihan, keindahan, dan gizi.
“Yang paling penting ada unsur gizinya. Tanaman gizi harus terlihat, dimanfaatkan, dikonsumsi, dan berdampak langsung pada kondisi kesehatan masyarakat. Ini bagian dari upaya menekan angka gizi buruk dan stunting,” tegasnya.
Sebagai bentuk dukungan, Pemkab Bone menyiapkan berbagai hadiah, di antaranya motor sampah untuk kelurahan, gerobak sampah, serta fasilitas pembibitan tanaman. Bupati juga berharap lomba ini mampu menghadirkan solusi berbasis lingkungan, khususnya di wilayah yang sebelumnya rawan banjir atau memiliki persoalan sanitasi.
Sementara itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bone, Dray Vibrianto, mengajak seluruh warga untuk berperan aktif menyukseskan lomba tersebut. Menurutnya, kegiatan ini tidak hanya memperindah lorong dan dusun, tetapi juga memperkuat budaya hidup bersih, sehat, dan mandiri hingga ke tingkat paling bawah.
“Lomba ini kami jadikan momentum untuk memperbaiki pengelolaan sampah, saluran air, serta penghijauan berbasis tanaman toga, bunga, dan tanaman gizi yang bisa dikonsumsi masyarakat,” jelas Dray.
Ia menambahkan, penilaian lomba mencakup empat aspek utama, yakni kebersihan dan kesehatan lingkungan, keasrian, keindahan dan penataan, serta partisipasi masyarakat. Setiap peserta diwajibkan membuat video pendek berdurasi maksimal tujuh menit sesuai kriteria penilaian dan mengunggahnya pada periode 15–28 Januari 2026.
Lebih lanjut, Dray menyebutkan lomba ini sejalan dengan program PKK, khususnya Hatinya PKK, yang kembali digalakkan melalui pemanfaatan pekarangan dan lorong untuk tanaman pangan, obat, serta bunga.
“Kami berharap setiap lorong memiliki papan informasi, seperti data ibu hamil dan kondisi gizi warga, sehingga penanganan gizi buruk dan stunting dapat dilakukan berbasis lingkungan,” katanya.
Panitia dijadwalkan mengumumkan lokasi yang lolos seleksi administrasi pada 30 Januari 2026, dilanjutkan dengan verifikasi lapangan pada awal Februari sebelum penetapan pemenang.
Lomba Lorong dan Dusun Bugiz menjadi bagian dari program pembangunan berbasis komunitas Pemkab Bone dengan visi “Bersama Beramal untuk Bone Lebih Baik, Bone Maberre (Mandiri, Berkeadilan, dan Berkelanjutan).” (*)
Editor : Admin Redaksi










