WAJO.BONEKU.COM– Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Dinas Perikanan dan Kelautan kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembalikan kejayaan sektor perikanan Danau Tempe. Sebanyak 80 ribu benih ikan mas ditebar di Danau Tempe dan Danau Lampulung, Sabtu (13/6/2026), sebagai bagian dari upaya pelestarian sumber daya perikanan sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir danau.
Program restocking atau penebaran benih ikan tersebut merupakan salah satu langkah strategis untuk memulihkan populasi ikan air tawar khas Danau Tempe yang selama ini menjadi sumber mata pencaharian masyarakat. Selain ikan mas, program pengembangan perikanan juga diarahkan untuk mendukung keberlangsungan berbagai jenis ikan lokal lainnya, seperti ikan nila (kamboja) dan spesies perairan tawar yang menjadi ciri khas Danau Tempe.
Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Wajo, Drs. Andi Cakunu, M.Si., menjelaskan bahwa dari total 80 ribu benih yang ditebar, sebanyak 60 ribu ekor dilepas di perairan Danau Tempe dan 20 ribu ekor lainnya di Danau Lampulung.
“Hari ini kami menebar sekitar 80 ribu benih ikan mas. Sebanyak 60 ribu benih di Danau Tempe dan 20 ribu benih di Danau Lampulung. Kami berharap benih-benih ini dapat tumbuh dan berkembang biak secara alami sehingga hasilnya nanti dapat dinikmati oleh masyarakat Kabupaten Wajo, khususnya para nelayan dan warga yang tinggal di sekitar kawasan danau,” ujar Andi Cakunu.
Kegiatan tersebut dipusatkan di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) 45 Kecamatan Tempe dan dihadiri langsung oleh Wakil Bupati Wajo, dr. H. Baso Rahmanuddin, M.M., M.Kes., unsur Forkopimda, perangkat daerah terkait, tokoh masyarakat, nelayan, serta warga sekitar Danau Tempe.
Tidak hanya penebaran benih ikan, kegiatan tersebut juga dirangkaikan dengan Pesta Rakyat dan Syukuran Masyarakat Danau Tempe, yang menjadi wadah mempererat silaturahmi sekaligus melestarikan tradisi dan budaya masyarakat pesisir danau yang telah diwariskan secara turun-temurun.
Wakil Bupati Wajo, dr. H. Baso Rahmanuddin, mengatakan bahwa Danau Tempe merupakan aset penting daerah yang memiliki nilai ekonomi, sosial, budaya, dan ekologis yang sangat besar bagi masyarakat Wajo.
Menurutnya, upaya pelestarian ekosistem danau harus dilakukan secara berkelanjutan agar keberadaan Danau Tempe tetap mampu memberikan manfaat bagi generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
“Danau Tempe adalah sumber kehidupan masyarakat Wajo. Karena itu, keberlanjutan ekosistemnya harus terus kita jaga bersama. Penebaran benih ikan ini merupakan salah satu langkah nyata untuk mengembalikan kejayaan hasil perikanan Danau Tempe yang selama ini menjadi kebanggaan daerah,” ujarnya.
Ia juga berharap Pesta Rakyat dan Syukuran Masyarakat Danau Tempe dapat menjadi agenda rutin tahunan yang tidak hanya memperkuat identitas budaya lokal, tetapi juga menjadi sarana edukasi kepada masyarakat tentang pentingnya menjaga kelestarian lingkungan dan sumber daya perikanan.
Melalui program penebaran benih ikan ini, Pemerintah Kabupaten Wajo optimistis populasi ikan di Danau Tempe dan Danau Lampulung akan terus meningkat. Selain mendukung pelestarian sumber daya perairan, program tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas perikanan tangkap, memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat nelayan, serta menjaga keberlangsungan ekosistem danau sebagai salah satu ikon Kabupaten Wajo. (*)










