Pulihkan Tambak dan Ekonomi Warga, Multipihak Tanam 15 Ribu Mangrove di Kajang, Bulukumba

- Jurnalis

Senin, 15 Juni 2026 - 23:20 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BULUKUMBA.BONEKU.COM– Upaya rehabilitasi ekosistem pesisir terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. Sebanyak 15.000 bibit mangrove ditanam di Desa Lembang Lohe, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, Minggu (14/6/2026).

Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama Yayasan Mattirotasi Mitra Lestari dengan WWF Indonesia yang melibatkan Pemerintah Desa Lembang Lohe, Cabang Dinas Kehutanan (CDK) Bulukumba, Penyuluh Perikanan, kelompok masyarakat, ITBM Balik Diwa, serta mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Manajemen Sumber Daya Perairan (HMP MSP) Universitas Hasanuddin, Himpunan Mahasiswa Pemanfaatan Sumber Daya Perikanan (HMP PSP) Universitas Hasanuddin, dan HIMARIN FIKP Unhas.

Penanaman dilakukan pada lima titik tambak masyarakat yang telah tidak produktif selama lebih dari satu dekade. Program ini bertujuan mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir, memperkuat perlindungan kawasan pantai, serta membuka peluang pemulihan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan.

Selain penanaman mangrove, kegiatan juga dirangkaikan dengan forum Tudang Sipulung yang dipimpin langsung Kepala Desa Lembang Lohe, Edi Haryono. Forum tersebut menjadi ruang dialog antara masyarakat, pemerintah, akademisi, dan organisasi pendamping untuk membahas berbagai persoalan yang dihadapi sektor perikanan tambak di wilayah tersebut.

Baca Juga:  Ops Patuh, Satlantas Polres Bone Jaring Mobil Pick Up yang Bawa Penumpang

Dalam diskusi terungkap bahwa Desa Lembang Lohe memiliki sekitar 80 hektare kawasan tambak. Namun, kurang dari 20 hektare yang masih produktif dan saat ini hanya dikelola oleh sekitar 11 orang petambak.

Menurunnya produktivitas tambak dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kerusakan pematang akibat banjir, pendangkalan sungai, hingga perubahan kondisi lingkungan yang terjadi di sekitar daerah aliran sungai.

Permasalahan banjir menjadi salah satu tantangan utama yang dihadapi masyarakat. Dampaknya tidak hanya dirasakan warga Desa Lembang Lohe, tetapi juga sejumlah desa lain di Kecamatan Kajang. Padahal, sektor tambak sebelumnya menjadi salah satu sumber mata pencaharian utama masyarakat sekaligus penopang perekonomian desa.

Baca Juga:  Jelang Pilkada, KPU Bone Garap Media Publikasi

Kepala Desa Lembang Lohe, Edi Haryono, mengatakan pemerintah desa terus berupaya mencari solusi untuk menghidupkan kembali sektor perikanan tambak yang selama ini mengalami penurunan produktivitas.

“Dulu sektor perikanan menjadi salah satu penopang ekonomi masyarakat. Saat ini kami terus berupaya mendorong kebangkitan sektor tersebut melalui berbagai program, termasuk bantuan bibit udang dan kolaborasi dengan berbagai pihak. Penanaman mangrove ini juga diharapkan dapat membantu mengurangi dampak banjir dan memperbaiki kondisi lingkungan pesisir secara bertahap,” ujarnya.

Sebagai bentuk komitmen bersama, kegiatan tersebut diakhiri dengan penandatanganan kesepakatan antara Pemerintah Desa Lembang Lohe, perwakilan masyarakat, mahasiswa, Yayasan Mattirotasi Mitra Lestari, dan WWF Indonesia.

Kesepakatan tersebut menjadi landasan tindak lanjut dalam rehabilitasi mangrove, pemulihan kawasan tambak, serta penguatan kolaborasi multipihak untuk mendukung pengelolaan sumber daya pesisir yang berkelanjutan.

Ketua Yayasan Mattirotasi Mitra Lestari menegaskan bahwa keberhasilan rehabilitasi mangrove tidak hanya ditentukan oleh jumlah bibit yang ditanam, tetapi juga oleh komitmen seluruh pihak dalam menjaga dan merawat kawasan yang telah direhabilitasi.

Baca Juga:  Seorang Nelayan di Sinjai Ditemukan Meninggal di Atas Perahu

“Penanaman hanyalah langkah awal. Yang lebih penting adalah bagaimana seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga dan merawat mangrove agar tumbuh dengan baik serta memberikan manfaat bagi lingkungan dan masyarakat,” katanya.

Melalui kegiatan ini, seluruh pihak berharap rehabilitasi mangrove tidak hanya memberikan manfaat ekologis berupa perlindungan pesisir, pengurangan risiko banjir, dan peningkatan kualitas lingkungan, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam mendukung pemulihan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan kawasan pesisir yang lebih produktif dan berkelanjutan.

Yayasan Mattirotasi Mitra Lestari sendiri merupakan organisasi yang berfokus pada pengelolaan sumber daya pesisir dan laut secara berkelanjutan melalui penguatan kapasitas masyarakat, konservasi ekosistem, serta pembangunan kemitraan multipihak untuk mendukung kesejahteraan masyarakat pesisir. (*)

Berita Terkait

Gubernur Sulsel Tinjau Progres MYP Paket 1 Ruas Jalan Tanaberu-Tanete dan Sinjai-Kajang
Mangrove untuk Kehidupan 2026, Gerakan Pelestarian Pesisir Digelar di Bulukumba
Melalui Sosialisasi KISAK, TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan Perkuat Tertib Administrasi Kependudukan di Luwu Timur
Kandang Sapi Milik Warga Cellu Bone Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp10 Juta
Gubernur Sulsel Gelontorkan Bantuan Keuangan Rp15 Miliar untuk Luwu Timur di Hari Jadi ke-23
Resmikan Tugu Ujung Aspal Selatan Sulawesi, Gubernur Sulsel Dorong Pariwisata Selayar
Gubernur Sulsel Andi Sudirman Ajak Pelajar dan Masyarakat Selayar Hijaukan Pesisir Lewat Penanaman Mangrove
Sungai Meluap Saat Menyeberang, Warga Desa Ujung Tanah Hilang Diduga Tenggelam

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 23:20 WITA

Pulihkan Tambak dan Ekonomi Warga, Multipihak Tanam 15 Ribu Mangrove di Kajang, Bulukumba

Rabu, 10 Juni 2026 - 15:27 WITA

Mangrove untuk Kehidupan 2026, Gerakan Pelestarian Pesisir Digelar di Bulukumba

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:09 WITA

Melalui Sosialisasi KISAK, TP PKK Provinsi Sulawesi Selatan Perkuat Tertib Administrasi Kependudukan di Luwu Timur

Selasa, 9 Juni 2026 - 01:17 WITA

Kandang Sapi Milik Warga Cellu Bone Hangus Terbakar, Kerugian Capai Rp10 Juta

Senin, 8 Juni 2026 - 19:03 WITA

Gubernur Sulsel Gelontorkan Bantuan Keuangan Rp15 Miliar untuk Luwu Timur di Hari Jadi ke-23

Berita Terbaru

News

Camat Pimpin Kerja Bakti Bersihkan Pesisir Kampung Bajo

Rabu, 17 Jun 2026 - 14:34 WITA