Edukasi Kebencanaan di Wajo, Masyarakat Diajak Pahami Langkah Aman Saat Gempa

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 12:43 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAJO.BONEKU.COM, —  Edukasi mengenai gempa bumi dan kesiapsiagaan menghadapi bencana disampaikan dalam kegiatan yang berlangsung di Aula/Ruang Pola Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Wajo, Jalan Rusa, Sengkang, Kecamatan Tempe, Kamis (24/9/2026).

Dalam materi yang disampaikan, dijelaskan bahwa salah satu karakteristik gempa bumi adalah belum dapat diprediksi secara tepat. Gempa tektonik sendiri merupakan salah satu jenis gempa bumi yang disebabkan oleh patahnya lapisan bumi akibat adanya pergerakan lempeng bumi.

Baca Juga:  SMSI Wajo Matangkan Persiapan Muscab dan Pelantikan Pengurus Periode 2025–2030

Materi tersebut juga menjelaskan sejumlah dampak ikutan yang dapat terjadi akibat gempa bumi besar, di antaranya tanah longsor, tsunami, likuifaksi, kebakaran, tanah terbelah, dan runtuhan batu.

Selain itu, peserta diberikan pemahaman mengenai perbedaan magnitudo dan intensitas gempa bumi. Magnitudo merupakan skala besaran kekuatan gempa bumi pada sumbernya, sedangkan intensitas menggambarkan dampak atau guncangan yang dirasakan di suatu wilayah.

Dalam penyampaian materi, informasi gempa bumi dan peringatan dini tsunami dapat diterima melalui berbagai saluran, di antaranya Web BMKG, WRS BMKG, media elektronik, aplikasi InfoBMKG, media sosial BMKG, serta melalui BPBD/TNI/Polri.

Baca Juga:  Pelaku Curanmor Ditangkap Resmob Polres Wajo

BMKG juga disebut mengirimkan informasi awal mengenai parameter gempa bumi kepada stakeholder dan masyarakat dalam waktu kurang dari tiga menit setelah gempa terjadi.

Adapun informasi dasar dalam produk informasi gempa bumi BMKG meliputi waktu terjadinya gempa, lokasi pusat gempa, magnitudo, dan kedalaman gempa.

Materi turut menekankan pentingnya kesiapsiagaan sebelum gempa. Perabotan seperti lemari, cermin, dan perabotan gantung perlu dipasang dengan kuat, sementara benda-benda berat sebaiknya ditempatkan di rak bagian bawah untuk meminimalkan risiko cedera saat terjadi guncangan.

Baca Juga:  Jalan Desa Balielo Sepanjang 1,1 Km Rampung, Dorong Ekonomi Warga Wajo

Saat berada di dalam bangunan dan terjadi guncangan gempa kuat, masyarakat diimbau menerapkan langkah “DROP! COVER! HOLD ON!”, yakni merunduk, melindungi kepala di bawah meja atau tempat yang aman, serta berpegangan hingga guncangan berhenti. (*)

Penulis : Rangga

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Atasi Persoalan Sampah, DLH Wajo Gaungkan Gerakan Pilah, Olah dan Tanami Pekarangan
Baso Ahmad Fahmi Persembahkan Prestasi Gemilang, MTs As’adiyah No. 34 Doping Juara 1 OMI Kabupaten Wajo
RPK Wajo Sentuh 58 Outlet Aktif, Bulog Perkuat Stabilitas Harga Pangan
Isu Pegawai Bulog Minta Sesuatu ke Mitra RPK Mencuat, Pinca Bulog Wajo Beri Klarifikasi
Pangdam XIV/Hasanuddin Kunker ke Kodim 1406/Wajo, Tekankan Semangat Prajurit dan Peran Keluarga
Kado Kemerdekaan, 155 Warga Binaan Rutan Sengkang Terima Remisi, 2 Langsung Bebas
HUT RI ke-81 di Rutan Sengkang, Pasukan 8 Sukses Kibarkan Sang Merah Putih
SMSI Wajo Jadikan HUT ke-81 RI Momentum Perkuat Persatuan dan Kesejahteraan Rakyat

Berita Terkait

Kamis, 24 September 2026 - 12:43 WITA

Edukasi Kebencanaan di Wajo, Masyarakat Diajak Pahami Langkah Aman Saat Gempa

Selasa, 22 September 2026 - 13:34 WITA

Atasi Persoalan Sampah, DLH Wajo Gaungkan Gerakan Pilah, Olah dan Tanami Pekarangan

Minggu, 13 September 2026 - 22:33 WITA

Baso Ahmad Fahmi Persembahkan Prestasi Gemilang, MTs As’adiyah No. 34 Doping Juara 1 OMI Kabupaten Wajo

Minggu, 13 September 2026 - 17:27 WITA

RPK Wajo Sentuh 58 Outlet Aktif, Bulog Perkuat Stabilitas Harga Pangan

Sabtu, 12 September 2026 - 21:45 WITA

Isu Pegawai Bulog Minta Sesuatu ke Mitra RPK Mencuat, Pinca Bulog Wajo Beri Klarifikasi

Berita Terbaru