BONE, BONEKU.COM – Kabut asap yang beberapa hari terakhir menyelimuti sejumlah wilayah di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, perlahan mulai menipis. Deretan pegunungan yang sebelumnya tersamarkan kini kembali terlihat, seiring membaiknya jarak pandang di sejumlah kawasan.
Kondisi tersebut menjadi pemandangan yang melegakan bagi masyarakat setelah kabut asap menyelimuti wilayah tersebut selama hampir sepekan.
Pantauan di jalan poros Camming–Sinjai, Sabtu (17/10/2026), menunjukkan deretan gunung di Kecamatan Ponre yang sebelumnya tertutup kabut asap kini mulai tampak kembali. Jarak pandang di sepanjang jalur tersebut juga berangsur membaik.
Sebelumnya, kabut asap yang diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan dilaporkan menyelimuti sejumlah kawasan di Sulawesi Selatan, termasuk Kabupaten Bone. Namun, sumber dan jalur penyebaran asap tersebut masih memerlukan verifikasi lebih lanjut.
Meski kondisi mulai membaik, masyarakat tetap diimbau untuk mewaspadai kemungkinan kabut asap kembali menebal. Selain berpotensi mengganggu jarak pandang, paparan asap juga dapat berdampak terhadap kesehatan, terutama bagi anak-anak, lansia, dan masyarakat yang memiliki gangguan pernapasan.
Jumardi, salah seorang warga Desa Mappesangka, Kecamatan Ponre, yang setiap hari melintasi jalur tersebut untuk menuju tempat kerja, mengaku sempat khawatir dengan kondisi kabut asap yang menyelimuti kawasan pegunungan.
Menurutnya, kabut asap yang menebal berpotensi mengganggu jarak pandang pengendara, khususnya saat melintasi jalan yang berada di kawasan perbukitan.
“Kalau kabut asap menyelimuti pegunungan, saya khawatir jangan sampai menutupi pandangan di jalan raya. Kalau jarak pandang terbatas, tentu kita harus mengurangi laju kendaraan. Namun, alhamdulillah, sekarang kabut asap perlahan mulai menghilang,” kata Jumardi.
Ia berharap kondisi tersebut terus membaik sehingga aktivitas masyarakat, khususnya pengguna jalan poros Camming–Sinjai, dapat kembali berlangsung dengan lebih nyaman dan aman.
Meski deretan pegunungan mulai terlihat jelas, perkembangan kualitas udara tetap perlu dipantau. Berkurangnya kabut asap secara visual belum cukup untuk memastikan kualitas udara telah kembali normal.
Masyarakat diharapkan tetap berhati-hati saat berkendara dan mengikuti informasi resmi terkait kondisi udara apabila kabut asap kembali menyelimuti wilayah tersebut. (*)
Penulis : Aby
Editor : Admin Redaksi










