Proyek Cetak Sawah Diduga Bermasalah, Ketua HIPMI Bone Disebut

- Jurnalis

Kamis, 15 Januari 2026 - 19:11 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, BONEKU.COM,– Proyek cetak sawah baru sebagai upaya peningkatan produksi pertanian menuju swasembada pangan, sepertinya tak berjalan mulus. Beberapa titik lokasi cetak sawah baru yang terletak di Desa Pakkasalo Kecamatan Sibulue Kabupaten Bone, dipenuhi tumpukan batang pohon.

Warga sekitar lokasi menyayangkan pekerjaan proyek yang asal-asalan sehingga butuh waktu lama untuk bisa digarap oleh pemiliknya. Sementara itu, Kepala Desa Pakkasalo, Andi Akbar, mengakui di wilayahnya ada sekitar 20 hektar lahan cetak sawah namun hanya sekitar 12 hektar yang berhasil dikerjakan.

Baca Juga:  Sapi Milik Warga Bone Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden Prabowo, Bobotnya Capai 1,05 Ton

“Luas kurang lebih 20 hektar, kalau soal anggaran kita tidak tahu. Kita hanya mendampingi, menunjukkan titiknya waktu datang itu alat berat. Informasi detailnya ada di pertanian,” kata Andi Akbar.

Dari informasi yang diperoleh, proyek cetak sawah ini awalnya akan dikerja swakelola, namun provinsi tiba-tiba lakukan tender yang kemudian dimenangkan oleh 4 perusahaan, salah satunya PT Amara. Perusahaan ini sendiri disebut oleh Ketua HIPMI Bone, Andi Sinrang.

Nama Andi Sinrang muncul ketika awak media mempertanyakan kepada Kepala Desa Pakkasalo tentang siapa pihak yang mendatangkan alat berat dan mengerjakan proyek cetak sawah di wilayah Desa Pakkasalo.

Baca Juga:  Firmansyah Perkesi Reses di Tiga Kelurahan, Warga Keluhkan Infrastruktur

“Itu yang dipakai alat beratnya HIPMI,” kata Andi Sinrang.

Terpisah, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Pertanian Provinsi Sulawesi Selatan, Alam, menjelaskan bahwa pihaknya juga tidak mengetahui pasti siapa pemenang tender 4 paket proyek cetak sawah baru di Bone. Bahkan terkait anggaran, Alam juga tidak mengetahui jelas berapa nilai total seluruh proyek.

“Sekitar dua ribuan hektar, kalau itu (anggaran) sesuai kontrak masing-masing. Ada empat paket di Bone kalau tidak salah, penawarannya berbeda, tidak ada angka pasti. Tidak sampai Rp30 juta per hektar. Nilai kontrak berbeda, misalnya sama-sama 100 hektar, beda nilai tergantung penawaran,” beber Alam.

Baca Juga:  Popkab Bone Jadi Ajang Pencarian Bakat, Bupati: Jangan Pernah Merasa Kalah

Meskipun menelan biaya yang tidak sedikit, namun proyek cetak sawah ini seolah ditutup rapat. Setiap pihak yang dimintai keterangan memilih bungkam dan saling lempar bola. Mulai dari Dinas Pertanian Bone, Kepala Desa, hingga Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura dan Perkebunan Provinsi Sulawesi Selatan. (*)

Berita Terkait

Pria Bertato Residivis Pencurian Diringkus Tim Opsnal Polsek Tanete Riattang
Kerugian Capai Rp2,5 Miliar, Resmob Polres Bone Ringkus 3 Terduga Pencuri Kabel PLN
Kerja Keras Berbuah Penghargaan, Satlantas Polres Bone Raih Juara 1 di HUT Lantas ke-71
Motor Honda Genio Terbakar Usai Isi BBM di SPBU Camming Bone, Diduga Korsleting
Mertua-Menantu Terlibat Pertikaian Berdarah di Bone, Keduanya Berujung Meninggal Dunia
Di Tengah Keluhan Nelayan, Solar Subsidi Bone Diduga Mengalir ke Morowali, Siapa di Baliknya?
Prajurit Yonarmed 21/Kawali Terjun Padamkan Kebakaran Rumah Warga di Bengo
Beramal FC Melaju ke Semifinal, Edy Optimistis Bone Raih Gelar Juara

Berita Terkait

Rabu, 23 September 2026 - 01:55 WITA

Pria Bertato Residivis Pencurian Diringkus Tim Opsnal Polsek Tanete Riattang

Selasa, 22 September 2026 - 18:35 WITA

Kerugian Capai Rp2,5 Miliar, Resmob Polres Bone Ringkus 3 Terduga Pencuri Kabel PLN

Selasa, 22 September 2026 - 13:55 WITA

Kerja Keras Berbuah Penghargaan, Satlantas Polres Bone Raih Juara 1 di HUT Lantas ke-71

Selasa, 22 September 2026 - 12:26 WITA

Motor Honda Genio Terbakar Usai Isi BBM di SPBU Camming Bone, Diduga Korsleting

Senin, 21 September 2026 - 19:15 WITA

Mertua-Menantu Terlibat Pertikaian Berdarah di Bone, Keduanya Berujung Meninggal Dunia

Berita Terbaru