WAJO.BONEKU.COM,– Peneliti Kegempaan dan Geofisika Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar menegaskan bahwa kegiatan Seismik 3D Tosora yang berlangsung di Kecamatan Majauleng, Kabupaten Wajo, tidak berkaitan dan tidak berpotensi menimbulkan fenomena likuifaksi, sebagaimana isu yang beredar di tengah masyarakat.
Penegasan tersebut disampaikan oleh Dr. M. Taufiq Rafie, S.Si., M.T., peneliti kegempaan Unhas, saat melakukan kunjungan lapangan bersama mahasiswa Program Studi Geofisika Unhas di lokasi proyek Seismik 3D yang dikelola oleh PT Energy Equity Epic (Sengkang) Pty. Ltd., Jumat (6/2/2026).
Menurut Dr. Taufiq, likuifaksi merupakan fenomena geologi yang umumnya dipicu oleh gempa bumi kuat dengan durasi guncangan yang lama dan berulang, serta didukung oleh kondisi tanah tertentu yang jenuh air. Sementara itu, getaran yang dihasilkan dalam kegiatan seismik eksplorasi bersifat terukur, terkendali, dan berlangsung dalam waktu yang sangat singkat, sehingga tidak memenuhi syarat terjadinya likuifaksi.
“Isu yang mengaitkan kegiatan seismik dengan potensi likuifaksi adalah tidak benar dan tidak memiliki dasar ilmiah,” tegas Dr. Taufiq.
Sementara itu, Humas PT Energy Equity Epic (Sengkang), Baso Firman, menyampaikan bahwa penjelasan dari peneliti Unhas tersebut menjadi klarifikasi penting atas informasi keliru yang berkembang di masyarakat. Ia menegaskan bahwa seluruh peralatan dan metode seismik yang digunakan telah dirancang dengan standar keselamatan yang ketat serta menggunakan tingkat energi yang jauh di bawah ambang batas yang dapat memengaruhi stabilitas tanah.
Kegiatan kunjungan lapangan ini juga menjadi bagian dari upaya edukasi dan peningkatan literasi kebumian. Sebanyak 40 mahasiswa Geofisika Unhas yang tergabung dalam Society of Petroleum Engineers (SPE) mengikuti kegiatan SPE Field Trip untuk melihat secara langsung proses akuisisi data seismik 3D yang dilakukan secara aman dan bertanggung jawab.
Rombongan mahasiswa didampingi oleh dosen pembimbing Sabrianto Aswad, S.Si., M.T., Syamsuddin, S.Si., M.T., serta Dr. M. Taufiq Rafie. Mereka diterima langsung oleh Operation Geophysic EEES, Hasbullah, di Basecamp PT GSI.
Hasbullah menegaskan bahwa keterbukaan informasi dan edukasi kepada publik merupakan hal penting untuk mencegah kesalahpahaman di masyarakat terkait kegiatan eksplorasi seismik. Senada dengan itu, Sabrianto Aswad menilai kunjungan lapangan tersebut tidak hanya memperkuat kompetensi mahasiswa, tetapi juga menjadi sarana penyampaian informasi yang benar dan berbasis ilmiah kepada masyarakat luas. (*)
Penulis : Rangga
Editor : Admin Redaksi











