Menjelang Ramadhan Harga Cabai di Pasar Tradisional Kian Pedas

- Jurnalis

Senin, 9 Februari 2026 - 12:22 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE.BONEKU.COM,–  Menjelang bulan suci Ramadan yang tinggal menghitung hari, harga kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional mulai merangkak naik. Kenaikan paling terasa terjadi pada komoditas cabai dan bawang merah.

Di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, harga cabai rawit dan cabai keriting melonjak tajam hanya dalam hitungan hari. Kondisi ini dikeluhkan baik oleh pedagang maupun pembeli karena dinilai memberatkan, terutama menjelang Ramadan.

Baca Juga:  Pelabuhan Cappa Ujung Bakal Dibangun, Dishub Prov. Sul-Sel Siapkan Anggaran 39 Miliar

Pantauan di Pasar Sentral Palakka menunjukkan, harga cabai rawit kini tembus di angka Rp55 ribu per kilogram, dari sebelumnya yang hanya berkisar Rp30 ribu hingga Rp35 ribu per kilogram. Sementara itu, harga cabai keriting yang sebelumnya dijual Rp15 ribu per kilogram, kini melonjak menjadi Rp30 ribu per kilogram.

Tak hanya cabai, harga bawang merah juga ikut mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Jika sebelumnya bawang merah dijual dengan harga Rp15 ribu per kilogram, kini naik menjadi Rp20 ribu per kilogram. Kenaikan harga ini membuat aktivitas jual beli di pasar sedikit melambat, karena sebagian pembeli memilih mengurangi jumlah belanja.

Baca Juga:  Ops Patuh, Satlantas Polres Bone Jaring Mobil Pick Up yang Bawa Penumpang

Sejumlah pedagang menyebut, kenaikan harga baru dirasakan sejak tiga hari terakhir. Mereka menduga lonjakan harga dipicu oleh meningkatnya permintaan menjelang bulan suci Ramadan, sementara pasokan dari petani belum stabil akibat faktor cuaca yang tidak menentu.

“Sebelumnya masih normal, tapi sekitar tiga hari ini harga mulai naik, terutama cabai,” ujar Martang, salah seorang pedagang di Pasar Sentral Palakka.

Baca Juga:  Angkatan 22 TFTT Bone Hadirkan Kebersamaan Lewat Buka Puasa dan Santunan Kepada Santri

Para pedagang berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah pengendalian harga agar lonjakan tidak terus berlanjut dan tidak semakin membebani masyarakat, khususnya menjelang bulan suci Ramadan. (*)

Penulis : Amal

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Kepala Depo Nippon Paint Cabang Bone Diduga Suruh Karyawan Minum Racun, Suasana Meeting Memanas
Resmob Polres Bone Amankan Pelaku KDRT yang Nyaris Gorok Leher Istri
IRT di Bone Jadi Korban KDRT, Pisau Menempel di Leher Saat Tidur dengan Anak
Penemuan Mayat Gegerkan Warga Ulaweng, Tim SAR Bone Gerak Cepat Lakukan Evakuasi Korban
Polres Bone Ungkap 22 Kasus Narkoba dalam Sebulan, Sita Sabu hingga Tembakau Sintetis
Gudang Percetakan Trias Muda Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai 2 Miliar 
Sejumlah Instansi Teken MoU Bersama Pemkab Bone untuk Penguatan Layanan Publik
Bone Gelar Innovation Award 2026, Bupati Dorong OPD Hadirkan Inovasi Sederhana Berdampak

Berita Terkait

Selasa, 19 Mei 2026 - 16:54 WITA

Kepala Depo Nippon Paint Cabang Bone Diduga Suruh Karyawan Minum Racun, Suasana Meeting Memanas

Selasa, 19 Mei 2026 - 02:45 WITA

Resmob Polres Bone Amankan Pelaku KDRT yang Nyaris Gorok Leher Istri

Selasa, 19 Mei 2026 - 01:04 WITA

IRT di Bone Jadi Korban KDRT, Pisau Menempel di Leher Saat Tidur dengan Anak

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:05 WITA

Penemuan Mayat Gegerkan Warga Ulaweng, Tim SAR Bone Gerak Cepat Lakukan Evakuasi Korban

Rabu, 13 Mei 2026 - 18:01 WITA

Polres Bone Ungkap 22 Kasus Narkoba dalam Sebulan, Sita Sabu hingga Tembakau Sintetis

Berita Terbaru