Panen Padi 10,4 Ton per Hektare, Wagub Sulsel Dukung Penguatan Pertanian Modern di Sidrap

- Jurnalis

Selasa, 18 Agustus 2026 - 21:05 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SIDRAP.BONEKU.COM — Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Fatmawati Rusdi menghadiri Panen Raya Padi Oplah Non-Rawa melalui Program Listrik Masuk Sawah di Desa Takalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Selasa (18/8/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari penguatan Pertanian Modern Advance Agriculture System (PMAAS) sekaligus mendukung upaya percepatan swasembada pangan nasional. Dalam kesempatan itu, Fatmawati menyaksikan pengoperasian Program Listrik Masuk Sawah dan menyerahkan bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) berupa pompa 3 inci.

Fatmawati mengapresiasi pelaksanaan panen di tengah kondisi kemarau dan kekeringan yang terjadi di sejumlah wilayah.

“Di tengah kekeringan, ternyata kita masih panen. Ini bukti nyata sinergi yang baik seluruh pihak dalam penanganan kekeringan di Kabupaten Sidrap,” ujar Fatmawati.

Berdasarkan hasil ubinan, produktivitas padi di lokasi panen mencapai 10,4 ton per hektare. Angka tersebut meningkat dibandingkan musim tanam sebelumnya yang berada pada kisaran 7 ton per hektare.

Menurut Fatmawati, hasil tersebut menunjukkan pentingnya kolaborasi dan penerapan berbagai inovasi pertanian untuk menjaga produktivitas lahan di tengah tantangan perubahan musim.

Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Sidrap, Kementerian Pertanian, PLN, jajaran pemerintah daerah, penyuluh, kelompok tani, serta para petani yang terus menjaga produktivitas pertanian.

Baca Juga:  Nelayan Tenggelam di Sungai Walanae Ditemukan

“Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang membantu kita bersama-sama mewujudkan swasembada pangan dan menjadikan Sulawesi Selatan sebagai salah satu penopang pangan nasional,” katanya.

Program Listrik Masuk Sawah menjadi salah satu dukungan dalam memenuhi kebutuhan energi untuk pengairan lahan pertanian. Senior Manager Niaga dan Pelayanan Pelanggan PLN UID Sulselrabar Albert S. menyampaikan, terdapat 1.471 titik layanan pompanisasi untuk irigasi pertanian di wilayah kerja UP3 Parepare. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.073 titik berada di Kabupaten Sidrap.

Dukungan tersebut juga mencakup kebutuhan daya sekitar 3,4 MVA untuk layanan pompanisasi di wilayah tersebut.

Fatmawati berharap berbagai bantuan dan inovasi yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal sehingga petani dapat mempertahankan produktivitas, mengurangi risiko gagal panen, dan meningkatkan kesejahteraan.

“Semoga dengan adanya bantuan pompa ini bisa bermanfaat bagi masyarakat, bisa tetap panen tepat waktu dan kita bisa meminimalisir kegagalan panen,” ujar Fatmawati.

Menurut Albert, elektrifikasi kini tidak hanya diarahkan untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga, bisnis, dan industri, tetapi juga mendukung sentra pertanian dan perkebunan.

“Semoga hal ini dapat membantu sektor pertanian menjadi lebih produktif, tangguh, dan tahan terhadap perubahan musim,” ujarnya.

Baca Juga:  Fatmawati Rusdi Sampaikan Ranperda Pertanggungjawaban APBD Sulsel 2025 kepada DPRD

Sementara itu, Kepala Balai Pengelolaan Lahan dan Irigasi Pertanian (BPLIP) Kelas I Makassar, Dr. Rustan Massinai, menyampaikan bahwa dukungan Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Sidrap pada 2026 mencapai sekitar Rp65 miliar.

Dukungan tersebut antara lain mencakup cetak sawah sekitar 606 hektare, optimalisasi lahan 3.120 hektare, pembangunan irigasi pompa sekitar 150 unit, irigasi tersier 38 titik, irigasi pipa 10 titik, serta pembangunan konservasi.

Rustan juga menyampaikan bahwa Sidrap mendapat dukungan optimalisasi lahan rawa sekitar 3.000 hektare. Ia mendorong pemerintah daerah terus mengusulkan kebutuhan pengembangan pertanian untuk program tahun berikutnya.

“Silakan diusulkan. Kami siap membantu untuk menambah tahun 2027, baik cetak sawah, Oplah, maupun irigasi pertanian,” katanya.

Dukungan pertanian modern juga terus diperluas di Sulawesi Selatan. Kepala BRMP Sulawesi Selatan Dr. Zainal Abidin menyampaikan, program PMAAS pada 2026 ditargetkan mencakup 91.000 hektare yang tersebar di 24 kabupaten/kota.

Khusus Kabupaten Sidrap, alokasi PMAAS ditingkatkan dari target awal 7.000 hektare menjadi 10.000 hektare berdasarkan usulan pemerintah daerah.

“Dengan PMAAS ini kita berharap produktivitas bisa mencapai 10 ton per hektare. Kemarin di Desa Majelling kita sudah mendapatkan 11,2 ton per hektare,” jelas Zainal.

Baca Juga:  Proyek MYP Sulsel Dikebut, Lima Paket Jalan Tunjukkan Progres Signifikan

Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengatakan, keberhasilan panen di Takalasi merupakan hasil kolaborasi pemerintah, petani, penyuluh, PLN, dan berbagai pihak yang mendukung sektor pertanian.

Ia menyebut Desa Takalasi sebelumnya merupakan salah satu wilayah yang terdampak kekeringan. Namun, dukungan sumur bor, Program Listrik Masuk Sawah, bantuan pertanian, serta kerja keras masyarakat membantu mempertahankan produktivitas lahan pertanian.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Sidrap juga mendorong perluasan PMAAS di Desa Takalasi hingga sekitar 395 hektare yang mencakup 13 kelompok tani.

Bupati juga menyampaikan rencana penguatan infrastruktur listrik untuk mendukung sekitar 120 hektare lahan di kawasan yang masih membutuhkan peningkatan kapasitas listrik.

Panen raya di Takalasi menunjukkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, petani, penyuluh, Kementerian Pertanian, PLN, dan pemangku kepentingan lainnya dalam menjaga produktivitas pangan di tengah tantangan perubahan musim.

Dengan produktivitas yang meningkat dari sekitar 7 ton menjadi 10,4 ton per hektare berdasarkan hasil ubinan di lokasi panen, kegiatan tersebut menjadi salah satu gambaran potensi penerapan pertanian modern dalam meningkatkan produktivitas dan mendukung penguatan sektor pangan di Sulawesi Selatan. (*)

Berita Terkait

SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi Wartawan dan Informasi Pembangunan
Jelang Bhayangkara Cup III 2026, Tim Pangeran05 McJoe Resmi Tiba di Soppeng
Balapan Seru, Hadiah Umrah! Bhayangkara Cup III Digelar 31 Oktober–1 November 2026
Di Bawah Kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman, Inovasi Apartemen Ikan Tembus Lima Besar SDGs Action Awards 2026
Gerak Cepat Resmob Polres Soppeng, Terduga Pelaku Pembakaran Pasar Batu-Batu Diamankan
Bocah 14 Tahun Sopiri Mobil-Tabrak Pemotor hingga Tewas, Kasat Lantas Polres Bone Minta Orang Tua Bijak
Perkuat Sinergi Kelembagaan, Sulsel Ikuti Rapat Tata Kelola Dekranas, TP PKK, dan TP Posyandu
Cekcok Saat Live TikTok Berujung Duel Tombak dan Parang di Lonrae, Dua Orang Dilarikan ke RS

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 21:42 WITA

SMSI-RRI Bersatu Lawan Hoaks, Perkuat Kompetensi Wartawan dan Informasi Pembangunan

Senin, 26 Oktober 2026 - 17:02 WITA

Jelang Bhayangkara Cup III 2026, Tim Pangeran05 McJoe Resmi Tiba di Soppeng

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:39 WITA

Balapan Seru, Hadiah Umrah! Bhayangkara Cup III Digelar 31 Oktober–1 November 2026

Senin, 26 Oktober 2026 - 15:38 WITA

Di Bawah Kepemimpinan Andi Sudirman Sulaiman, Inovasi Apartemen Ikan Tembus Lima Besar SDGs Action Awards 2026

Minggu, 25 Oktober 2026 - 11:59 WITA

Gerak Cepat Resmob Polres Soppeng, Terduga Pelaku Pembakaran Pasar Batu-Batu Diamankan

Berita Terbaru