Mahasiswa Demo di Mapolres Bone Soal BBM dan LPG, Kapolres: Laporkan Jika Temukan Pelanggaran, Tapi Harus Berbasis Data

- Jurnalis

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:55 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE, BONEKU.COM – Sedikitnya puluhan mahasiswa yang tergabung dalam PMII Cabang Bone dan BEM IAIN Bone menggelar aksi demonstrasi di depan Mapolres Bone, Jumat (21/8/2026).

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyuarakan keresahan masyarakat terkait distribusi bahan bakar minyak (BBM) subsidi dan LPG subsidi di Kabupaten Bone. Mereka mendesak aparat kepolisian melakukan penyelidikan dan/atau penyidikan secara serius, transparan, serta profesional terhadap dugaan penyalahgunaan distribusi energi bersubsidi.

Mahasiswa meminta kepolisian mengusut secara menyeluruh apabila ditemukan indikasi pelangsiran, penimbunan, pembelian dalam jumlah tidak wajar, pengalihan maupun penjualan kembali BBM subsidi yang dilakukan secara melawan hukum.

Tak hanya itu, massa aksi juga mendesak agar oknum-oknum yang terbukti melakukan penyalahgunaan distribusi BBM dan LPG 3 kilogram secara ilegal diberikan diberikan tindakan tegas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Aspirasi mahasiswa tersebut diterima langsung oleh Kapolres Bone AKBP Astoto Budi Rahmantyo. Ia didampingi Kabag Ops, sejumlah kepala satuan, serta jajaran perwira Polres Bone.

Baca Juga:  47 Kasus Narkoba Dibongkar dalam Dua Pekan, Kapolres Bone: 760 Jiwa Berhasil Diselamatkan

Dalam pertemuan tersebut, Kapolres Bone mengapresiasi mahasiswa yang telah menyampaikan aspirasi terkait persoalan distribusi BBM dan LPG subsidi.

Astoto mengatakan, persoalan BBM telah menjadi perhatian kepolisian sejak dirinya bertugas di Kabupaten Bone. Berbagai keluhan masyarakat, khususnya terkait antrean BBM dan ketersediaan LPG, menurutnya telah menjadi bahan pemantauan pihak kepolisian.

“Sejak saya bertugas di Bone, saya sudah memonitor masalah-masalah yang banyak dikeluhkan masyarakat terkait antrean BBM dan gas LPG,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, pihaknya telah memerintahkan personel untuk melakukan pengecekan terhadap 21 SPBU yang berada di Kabupaten Bone, termasuk memastikan penerapan rekomendasi serta penggunaan barcode dalam pembelian BBM subsidi.

Selain melakukan pengecekan, Astoto juga telah memerintahkan personelnya untuk melakukan pengamanan di setiap SPBU termasuk mengatur lalu linta ketika terjadi kemacetan. Setidaknya dua personel disebut disiapkan di masing-masing SPBU.

Baca Juga:  Kapolres Bone Touring Kamtibmas Dalam Rangka Pilkada Aman, Damai dan Bermartabat

Astoto menegaskan, dirinya tidak memiliki kepentingan pribadi dalam persoalan distribusi BBM subsidi di Kabupaten Bone dan meminta mahasiswa maupun masyarakat ikut mengawal distribusi BBM bersubsidi.

“Saya ini tidak punya siapa-siapa di Bone. Saya pendatang dan saya tidak punya kepentingan sama sekali di Bone selain menjaga keamanan Kabupaten Bone. Untuk itu kepada rekan-rekan mahasiswa, mari kita bekerja sama. Jika menemukan adanya dugaan pelanggaran di lapangan, ayo laporkan, tapi harus berbasis data,” tegasnya.

Menurutnya, masyarakat memiliki hak untuk mendapatkan BBM subsidi. Namun, proses pembelian tetap harus mengikuti mekanisme dan regulasi yang telah ditetapkan.

Ia juga mengingatkan agar masyarakat yang melakukan pengisian BBM subsidi tetap menggunakan barcode dan memenuhi ketentuan yang berlaku.

“Kami sudah memanggil seluruh manajer SPBU dan menyampaikan untuk melakukan pengisian BBM dan memberikan pelayanan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” tambahnya.

Baca Juga:  Satlantas Polres Bone Gelar Jumat Berbagi Dan Jumat Curhat

Usai menyampaikan aspirasi di Mapolres Bone dan diterima langsung Kapolres, massa mahasiswa kemudian melanjutkan aksi ke titik berikutnya di depan SPBU Jalan Ahmad Yani.

Di lokasi tersebut, mahasiswa kembali menyampaikan sejumlah tuntutan dan kritik terkait distribusi BBM subsidi serta pelayanan kepada masyarakat.

Aksi kemudian dilanjutkan ke lingkungan Pemerintah Kabupaten Bone dan DPRD Bone yang berada di sekitar perempatan Jalan Ahmad Yani.

Mahasiswa berharap pemerintah daerah, DPRD, dan aparat penegak hukum tidak hanya menerima aspirasi, tetapi juga melakukan pengawasan serta mengambil langkah nyata untuk memastikan distribusi BBM dan LPG subsidi tepat sasaran.

Mereka menegaskan, pengawasan terhadap distribusi energi bersubsidi penting dilakukan agar hak masyarakat yang berhak menerima subsidi tidak terganggu oleh praktik-praktik yang merugikan. (*)

Berita Terkait

Bukan Pelaku Pencurian, MY-DMR Ungkap Kronologi HP Berujung di Tangan Mereka
Tidur di Teras, HP Rp3,2 Juta Raib: Dua Terduga Pelaku Pencurian Dibekuk Resmob Polres Bone
Mantan Karyawan Cafe Ditangkap, Diduga Curi Peralatan Senilai Rp27 Juta
Kebakaran Lahap Tiga Rumah di Bone, Satu Warga Disabilitas Alami Luka Bakar
Pagi-pagi Angkat Gabah dari Teras Rumah Warga, Aksi Pria Ini Berujung Dikejar Warga
47 Kasus Narkoba Dibongkar dalam Dua Pekan, Kapolres Bone: 760 Jiwa Berhasil Diselamatkan
Hercules TNI Angkat 30 Ton Bantuan Dari Sulsel Untuk Korban Gempa NTT
Polres Bone Bongkar Peredaran Narkoba, 60 Gram Sabu dan 2 Pria Berhasil Diamankan

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 21:55 WITA

Mahasiswa Demo di Mapolres Bone Soal BBM dan LPG, Kapolres: Laporkan Jika Temukan Pelanggaran, Tapi Harus Berbasis Data

Jumat, 21 Agustus 2026 - 17:54 WITA

Bukan Pelaku Pencurian, MY-DMR Ungkap Kronologi HP Berujung di Tangan Mereka

Jumat, 21 Agustus 2026 - 02:33 WITA

Tidur di Teras, HP Rp3,2 Juta Raib: Dua Terduga Pelaku Pencurian Dibekuk Resmob Polres Bone

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:17 WITA

Mantan Karyawan Cafe Ditangkap, Diduga Curi Peralatan Senilai Rp27 Juta

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:27 WITA

Kebakaran Lahap Tiga Rumah di Bone, Satu Warga Disabilitas Alami Luka Bakar

Berita Terbaru