BONE, BONEKU.COM — Korem 141/Toddopuli menggelar pelatihan penanganan bencana alam di Kelurahan Pompanua, Kecamatan Ajangale, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, Senin,( 24 Agustus 2026) Kegiatan ini menjadi upaya meningkatkan kesiapsiagaan serta memperkuat koordinasi lintas instansi dalam menghadapi potensi bencana, khususnya banjir.
Pelatihan yang berlangsung sejak 18 hingga 24 Agustus 2026 ini tidak hanya memberikan pembekalan teori, tetapi juga simulasi penanganan bencana secara langsung di lapangan.
Kecamatan Ajangale dipilih sebagai lokasi pelatihan karena wilayah tersebut merupakan salah satu daerah di Kabupaten Bone yang memiliki potensi banjir, terutama ketika intensitas hujan meningkat.
Kegiatan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, BPBD, tenaga medis, Satpol PP, Damkar, pemerintah daerah, hingga relawan.
Keterlibatan lintas instansi dinilai penting karena penanganan bencana membutuhkan kerja sama terpadu. Dalam kondisi darurat, setiap unsur harus memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing agar respons terhadap masyarakat terdampak dapat dilakukan dengan cepat dan tepat.
Melalui simulasi tersebut, para peserta dilatih membangun pola komunikasi dan koordinasi, termasuk memahami sistem komando di lapangan saat terjadi bencana.
Danrem 141/Toddopuli Kolonel Infanteri Robinson Tallupadang, S.I.P., M.H. mengatakan, latihan bersama ini diharapkan dapat mencegah terjadinya tumpang tindih tugas ketika bencana benar-benar terjadi.
Menurutnya, setiap unsur harus mengetahui siapa yang menjadi koordinator, ke mana informasi disampaikan, serta tindakan yang harus segera dilakukan dalam situasi darurat.
“Kegiatan pelatihan penanggulangan bencana ini diharapkan agar kita selalu bersinergi setiap bencana yang terjadi, tapi semoga tidak terjadi yah, nah kita bersinergi masing masing sudah punya tugas dan fungsi unruk penanganan bencana banjir ini, ” Ujarnya
Lebih jauh dia mengatakan kegiatan pelatihan ini akan nrutin dilaksanakan karena merubpakan suatu program dari Korem 141 Toddopuli.
Kesiapsiagaan menjadi hal penting mengingat bencana banjir dapat terjadi sewaktu-waktu. Kecepatan respons, koordinasi, serta kesiapan personel menjadi faktor utama dalam menyelamatkan masyarakat dan meminimalkan dampak bencana.
Sinergi antara TNI, Polri, Basarnas, BPBD, tenaga medis, pemerintah daerah, dan relawan diharapkan mampu membuat penanganan bencana di Kabupaten Bone berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan terintegrasi.
Usai kegiatan, Danrem 141/Toddopuli juga membagikan sejumlah paket sembako kepada masyarakat kurang mampu sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap warga.
Pelatihan ini sekaligus menjadi langkah antisipasi untuk memastikan seluruh unsur terkait memiliki kesiapan menghadapi bencana dan mampu bergerak bersama ketika kondisi darurat terjadi. (*)










