Keresahan BBM dan LPG Memanas, Warga Soroti Distribusi di SPBUN Desa Watu Barebbo

- Jurnalis

Minggu, 23 Agustus 2026 - 20:56 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Personel Polsek Barebbo saat medatangi lokasi kejadian SPBUN Desa Watu. Minggu, 23/8/2026.

Personel Polsek Barebbo saat medatangi lokasi kejadian SPBUN Desa Watu. Minggu, 23/8/2026.

BONE, BONEKU.COM — Persoalan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi dan LPG 3 kilogram kembali memantik keresahan masyarakat di Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan.

Di tengah musim kemarau berkepanjangan yang melanda sejumlah wilayah, kebutuhan masyarakat terhadap BBM dan LPG semakin meningkat. Namun, warga mengaku masih kesulitan mendapatkan barang subsidi tersebut.

Keresahan itu bahkan berujung pada keributan di sejumlah titik distribusi. Terbaru, keributan terjadi di salah satu SPBUN yang berada di Desa Watu, Kecamatan Barebbo, Kabupaten Bone, Minggu pagi (23/8/2026).

Berdasarkan informasi yang dihimpun BONEKU.COM, keributan awalnya dipicu persoalan distribusi BBM. Situasi kemudian memanas setelah sejumlah warga turut mempersoalkan penyaluran LPG 3 kilogram di lokasi yang sama.

Sejumlah emak-emak mendatangi SPBUN tersebut lantaran mengaku tidak mendapatkan LPG 3 kilogram, meski sebelumnya telah menyerahkan fotokopi KTP yang disebut sebagai salah satu persyaratan untuk memperoleh tabung bersubsidi.

“Kami sudah mengumpulkan fotokopi KTP karena katanya salah satu syarat mendapatkan tabung gas LPG. Tapi kami justru tidak mendapatkan tabung. Menurut informasi yang beredar, justru dijual keluar untuk langganannya mereka. Terus untuk apa kami kumpul KTP?” geram seorang warga.

Baca Juga:  Penanaman Jagung 1 Juta Hektar: Langkah Kolaboratif Polres Bone dan Forkopimda

Warga juga mempertanyakan dugaan adanya penjualan LPG ke luar wilayah dengan harga di atas harga eceran tertinggi (HET).

Namun, tudingan tersebut sejauh ini masih sebatas dugaan dan keluhan warga yang perlu diklarifikasi serta dibuktikan lebih lanjut oleh pihak terkait.

Kecurigaan warga disebut muncul lantaran mereka mengaku beberapa kali melihat kendaraan datang mengangkut LPG dari lokasi tersebut pada malam hari.

“Kami curiga begitu. Karena kalau kami yang minta tidak ada. Tapi kami sering lihat kadang ada mobil yang datang mengangkut LPG di pangkalan SPBUN tersebut malam-malam,” ungkapnya.

Bukan hanya persoalan LPG, warga juga menyoroti distribusi BBM jenis solar di SPBUN tersebut.

Sejumlah nelayan lokal mengaku kesulitan memperoleh solar untuk kebutuhan melaut. Mereka bahkan menduga distribusi BBM justru lebih banyak dinikmati nelayan dari luar wilayah.

“Kita nelayan di sini tidak pernah dapat BBM dari SPBUN ini. Justru nelayan dari luar yang sering datang ambil, seperti nelayan dari Bajoe, Panyula, dan lain-lain. Sementara kita nelayan di sini tidak pernah dapat,” ungkap seorang nelayan Desa Watu.

Baca Juga:  Penemuan Mayat Gegerkan Warga Ulaweng, Tim SAR Bone Gerak Cepat Lakukan Evakuasi Korban

Keluhan serupa juga disampaikan sejumlah petani setempat.

Mereka memahami bahwa SPBUN tersebut diperuntukkan bagi nelayan. Namun, para petani berharap adanya kebijakan tertentu sehingga mereka tetap dapat memperoleh BBM dalam jumlah terbatas untuk menunjang aktivitas pertanian.

Menurut mereka, kebutuhan BBM yang diminta tidak dalam jumlah besar, bahkan hanya sekitar lima liter.

“Kalau memang untuk nelayan, kami paham. Tapi kami juga berharap ada kebijakan untuk petani, apalagi yang kami butuhkan hanya sedikit,” keluh seorang warga.

Keributan yang terjadi pada Minggu pagi tersebut akhirnya mendapat penanganan dari Unit Ekonomi Polres Bone.

Polisi mendatangi lokasi setelah menerima laporan mengenai adanya keributan yang berkaitan dengan persoalan distribusi BBM dan LPG.

Kanit Ekonomi Polres Bone, Ipda Yobel Arihta, membenarkan adanya laporan tersebut. Ia mengatakan, personel kepolisian telah mendatangi lokasi dan selanjutnya akan meminta keterangan dari pihak-pihak yang terlibat.

“Benar, kami tadi mendapat laporan adanya keributan di SPBUN di Kecamatan Barebbo. Personel sudah mendatangi lokasi. Saat ini kami akan mengirimkan surat pemeriksaan terhadap pihak-pihak yang tadi terlibat keributan,” ujar Ipda Yobel.

Baca Juga:  Dauroh Tajwid MTsN 3 Bone dan Yapic Al Mukrimin Digelar di Mattiro Deceng, Dirangkaikan Maulid Nabi

Sementara itu, manajer SPBUN Barebbo yang dimintai tanggapan melalui pesan singkat terkait berbagai keluhan dan dugaan yang disampaikan warga memberikan jawaban singkat.

“Tabe pak, tolong ditanya saja kepada karyawanku,” jawabnya.

Manajer SPBUN tersebut tidak memberikan penjelasan lebih lanjut mengenai keluhan warga terkait distribusi LPG maupun BBM jenis solar.

Hingga berita ini diterbitkan, BONEKU.COM belum memperoleh penjelasan lebih lanjut dari pihak manajemen mengenai dugaan distribusi LPG ke luar wilayah maupun keluhan nelayan lokal terkait sulitnya mendapatkan BBM solar.

Di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akibat musim kemarau berkepanjangan, warga berharap pemerintah dan aparat terkait dapat memastikan distribusi BBM bersubsidi dan LPG 3 kilogram benar-benar tepat sasaran.

Warga juga meminta agar setiap dugaan penyimpangan dalam distribusi barang bersubsidi segera ditelusuri. Sebab, jika persoalan tersebut tidak segera mendapat kejelasan, keresahan masyarakat dikhawatirkan kembali berujung pada keributan di lapangan. (*)

Berita Terkait

Kabut Asap Selimuti Pegunungan Bone, Bertahan Hampir Sepekan, Matahari Tampak Merah
Ribuan Peserta Padati Jalan Sehat Anti Mager di Sorowako, Gubernur dan Wagub Sulsel Turut Hadir
Bupati Bone Dorong Perusda Ellung Mangenre Garap Potensi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan untuk Dongkrak PAD
Deretan Kasus Korupsi di Kejari Bone Jadi Tanda Tanya, Jembatan Gantung hingga Jalan Rp3,2 Miliar
Polisi Amankan Pria 24 Tahun di Bone, Diduga Curi Dua Jerigen Solar
Dari Sekolah untuk Sesama, Siswa SMAN 5 Bone Gerakkan Kepedulian bagi Warga Amanrang
Korban Kebakaran di Desa Selli Dapat Bantuan dari BAZNAS Bone
Dua Rumah Panggung di Bengo Dilalap Api, Diduga Kompor Meledak

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:03 WITA

Kabut Asap Selimuti Pegunungan Bone, Bertahan Hampir Sepekan, Matahari Tampak Merah

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:19 WITA

Ribuan Peserta Padati Jalan Sehat Anti Mager di Sorowako, Gubernur dan Wagub Sulsel Turut Hadir

Jumat, 9 Oktober 2026 - 20:20 WITA

Bupati Bone Dorong Perusda Ellung Mangenre Garap Potensi Pertanian, Peternakan, dan Perikanan untuk Dongkrak PAD

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:18 WITA

Deretan Kasus Korupsi di Kejari Bone Jadi Tanda Tanya, Jembatan Gantung hingga Jalan Rp3,2 Miliar

Jumat, 9 Oktober 2026 - 17:09 WITA

Polisi Amankan Pria 24 Tahun di Bone, Diduga Curi Dua Jerigen Solar

Berita Terbaru

Opini

Opini : Kabupaten Wajo Di Persimpangan Jalan

Senin, 12 Okt 2026 - 22:06 WITA