Pemprov Sulsel Dorong Kerukunan Umat Beragama melalui Musda III Permabudhi

- Jurnalis

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR.BONEKU.COM,- Penjabat Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, Andi Winarno Eka Putra, mewakili Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman membuka Musyawarah Daerah III Persatuan Umat Buddha Indonesia (Permabudhi) Sulawesi Selatan di Hotel Horison Makassar, Sabtu (24/10/2026).

Musda ini dirangkaikan dengan Seminar Nasional Ekoteologi bertema “Ego to Eco: Merawat Bumi, Menjaga Kehidupan”. Seminar tersebut menghadirkan tiga narasumber, yakni anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) yang juga Ketua Umum Permabudhi, Prof. Philip K. Widjaja; Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, Hening Parlan; dan Ketua Dewan Lingkungan Hidup Kota Makassar, Melinda Aksa.

Dalam sambutannya, Andi Winarno berharap momentum tersebut dapat menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan mempertautkan nurani semua pihak, sekaligus memperkuat komitmen dalam meningkatkan kualitas penghayatan dan pengamalan nilai-nilai luhur agama dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, diharapkan terwujud kehidupan masyarakat yang berakhlak mulia, harmonis, dan penuh toleransi.

Baca Juga:  Gubernur Sulsel Update Penanganan Tim Medis Pemprov di Sumatera dan Aceh: Evakuasi Pasien Berlangsung Intensif

Ia menyebutkan bahwa Sulawesi Selatan dikenal sebagai daerah yang kaya akan keberagaman. Kerukunan dan kedamaian yang selama ini terjaga merupakan buah dari semangat persaudaraan, toleransi, dan gotong royong seluruh elemen masyarakat, termasuk umat Buddha.

“Permabudhi menjadi mitra strategis pemerintah dalam menjaga keharmonisan sosial dan memperkuat persatuan serta nilai-nilai kebangsaan,” katanya.

Ia berharap melalui Musyawarah Daerah III ini, terpilih pengurus yang solid, visioner, dan mampu membawa Permabudhi Sulawesi Selatan semakin berperan dalam kehidupan bermasyarakat.

Selain itu, kata dia, organisasi keagamaan memiliki peran penting dalam memperkuat pemahaman dan praktik toleransi, menanamkan nilai-nilai moral, serta membina umat agar mampu menyikapi perbedaan secara bijaksana.

Dengan demikian, organisasi keagamaan dapat menjadi agen perubahan sosial yang turut mewujudkan masyarakat yang rukun, damai, dan harmonis.

Baca Juga:  Andi Sudirman Beberkan Proyek Miliaran untuk Enrekang di Hari Jadi ke-66

“Semoga Musda ini akan menghasilkan keputusan yang bijaksana dan program kerja yang bermanfaat, serta memperkuat peran Permabudhi dalam menjaga kerukunan, memperkokoh persatuan, dan berkontribusi bagi pembangunan bangsa,” sebutnya.

Terkait dengan pelaksanaan Seminar Nasional Ekoteologi, Pemprov Sulsel menyambut baik tema dan topik yang diangkat. Isu lingkungan hidup bukan sekadar persoalan teknis, tetapi juga menyangkut tanggung jawab moral dan spiritual.

“Menjaga kelestarian alam merupakan wujud kepedulian terhadap kehidupan dan masa depan bersama. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan terus mendorong sinergi antara pemerintah, lembaga keagamaan, dan kalangan akademisi dalam mewujudkan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Dengan kolaborasi dan kepedulian bersama, kita dapat mewujudkan Sulawesi Selatan yang maju, sejahtera, harmonis, dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Ketua Umum Permabudhi, Prof. Philip Kuntjoro Widjaja, yang juga merupakan anggota Wantimpres, mengatakan, bahwa melalui musyawarah daerah ini akan dirumuskan kepengurusan, program kerja, serta koreksi dan revisi yang diperlukan untuk kepentingan kemajuan organisasi.

Baca Juga:  14 Paslon Kepala Daerah Tak Bersengketa di Sulsel Akan Dilantik Presiden RI 6 Februari 2025, Berikut Daftarnya

“Kehadiran dari rekan-rekan dari berbagai agama juga menandakan betapa harmonisnya hubungan yang telah kita bangun bersama lintas agama. Semoga Musda ini dapat menghasilkan keputusan yang baik yang dapat membawa manfaat bagi masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan” pungkasnya.

Ketua Pengurus Daerah Permabudhi Sulsel, Yonggris Lao, mengatakan bahwa Permabudhi merupakan organisasi yang terbentuk pada 2018, atau delapan tahun lalu.

“Pada periode pertama (pengurus Permabudhi Sulsel). tugas kami bagaimana membangun komunikasi antar majelis, mempersatukan majelis dan harapan umat Wihara bisa bersatu dan harmoni, berhasil kami jalankan,” sebutnya.

Pada periode kedua, fokus kepengurusan diarahkan pada upaya menjaga persatuan organisasi serta memberikan kontribusi bagi daerah. (*)

Berita Terkait

Sulsel Perkuat Peran Simpul Distribusi Pangan untuk Kawasan Sulampua
Terima TPAKD Award 2026, Gubernur Sulsel Dukung Arahan Presiden Prabowo untuk Perluasan Akses Keuangan
Pemprov Sulsel Minta Jembatan Salujambu Segera Dibuka untuk Akses Masyarakat
357 Tahun Sulsel, Gubernur Andi Sudirman: Infrastruktur Kita Percepat, Ekonomi Rakyat Diperkuat
Perkuat Ekonomi Keluarga, Pemprov Sulsel Bantu 269 Unit Peralatan Produktif bagi UMKM
Hadiri Sulsel Expo 2026 UMKM dan Ekosistem Haji dan Umrah, Gubernur Andi Sudirman Dorong Produk UMKM Lokal Masuk Ekosistem Haji dan Umrah
Gubernur Andi Sudirman Buka Sulsel Expo & Culinary, Hadirkan Pasar Murah dan Tabligh Akbar
Ketua DWP Sulsel Sambangi Pelaku Usaha Perempuan di Sulsel Expo & Culinary, Borong Dagangan hingga Bagikan ke Warga

Berita Terkait

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 21:10 WITA

Pemprov Sulsel Dorong Kerukunan Umat Beragama melalui Musda III Permabudhi

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:06 WITA

Sulsel Perkuat Peran Simpul Distribusi Pangan untuk Kawasan Sulampua

Jumat, 23 Oktober 2026 - 08:05 WITA

Terima TPAKD Award 2026, Gubernur Sulsel Dukung Arahan Presiden Prabowo untuk Perluasan Akses Keuangan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:16 WITA

Pemprov Sulsel Minta Jembatan Salujambu Segera Dibuka untuk Akses Masyarakat

Senin, 19 Oktober 2026 - 21:35 WITA

357 Tahun Sulsel, Gubernur Andi Sudirman: Infrastruktur Kita Percepat, Ekonomi Rakyat Diperkuat

Berita Terbaru