Pelaku Penganiayaan Ditemukan Tewas Mengapung di Sungai

- Jurnalis

Minggu, 8 Juni 2025 - 17:52 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE,BONEKU.COM,–  Sosok mayat berjenis kelamin pria ditemukan mengapung di permukaan air Sungai perbatasan Desa Watu dan Desa Nagauleng Kecamatan Cenrana Kabupaten Bone Sulawesi Selatan, Minggu 8/6/2025.

Mayat tersebut pertama kali ditemukan oleh warga dari Desa Pallae, setelah di identifikasi mayat tersebut diketahui bernama Bahri (37) yang merupakan Warga Desa Pallae Kecamatan Cenrana.

Kasi Humas Polres Bone Iptu Rayendra Muchtar yang dikonfirmasi membenarkan bahwa korban ditemukan sekitar pukul 06:30 wita dalam kondisi mengapung di permukaan air.

Baca Juga:  Solidaritas Jurnalis Bone, Aksi di Polres Bone Kecam Penggiat Medsos Yang Plagiat Karya Jurnalistik

“Korban ditemukan di belakang rumah warga bernama H. Sarif, menurut saksi yang menemukan bahwa saat itu dia sedang menuju empang untuk memancing, kemudian tiba tiba melihat mayat yang mengapung di air,” kata Iptu Rayendra, Minggu 8/6/2025.

Pihak Kepolisian yang mendapatkan laporan dari warga langsung berangkat ke TKP untuk mengevakuasi korban, setelah di evakuasi korban di bawa ke rumah duka.

Baca Juga:  Keamanan RSUD Tenriawaru Dipertanyakan, Penjaga Pasien Kehilangan Uang Rp9 Juta

“Korban ini diduga mengalami gangguan kejiwaan (ODGJ), sebelum ditemukan meninggal, korban ini sempat menganiaya seorang warga bernama H. Sainuddin menggunakan senjata tajam pada hari jumat lalu,” Tambah Rayendra

Setelah menganiaya H. Sainuddin lanjut Rayendra, Korban melarikan diri dan sempat dilakukan pencarian sampai akhirnya ditemukan mengapung dipermukaan air.

“Korban kuat diduga sengaja mengakhiri hidupnya dengan melompat ke sungai setelah melakukan penganiayaan, saat hendak dilakukan otopsi keluarga korban menolak” Lanjut Rayendra

Baca Juga:  Mentan RI Salurkan Bibit Padi dan Jagung ke Petani

Meski demikian, Pihak kepolisian masih akan terus melakukan penyelidikan terhadap penganiayaan sebelumnya terhadap seorang warga bernama H. Sainuddin.

“Kami akan melakukan penyelidikan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh korban (Bahri) sebelum ditemukan meninggal dunia, dan juga terhadap kematiannya yang ditemukan mengapung di sungai,” Kunci Rayendra. (*)

Berita Terkait

IRT di Bone Diduga Diancam Airsoftgun, Polisi Lakukan Penyelidikan
Gelar Uji Konsekuensi, PPID Sulsel Mutakhirkan Daftar Informasi yang Dikecualikan Tahun 2026
Aniaya Pacar Hingga Babak Belur, Terduga Pelaku Diringkus Resmob Polres Bone
Remaja Perempuan di Bone Dianiaya Kekasih di Kamar Kos, Alami Puluhan Luka Lebam
Apes! Pelaku Curanmor di Bone Dibekuk Polisi Saat Kaki Patah di Rumah Sakit
Tolak Ajakan Konsumsi Sabu, Warga Amali Diserang dengan Sajam
Bupati Soppeng Saksikan MOU Antara BRI dan Pemerintah Desa
Bersama Forkopimda, Bupati Soppeng Sambut Tim Wasev Pusterad

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:02 WITA

IRT di Bone Diduga Diancam Airsoftgun, Polisi Lakukan Penyelidikan

Jumat, 13 Maret 2026 - 09:34 WITA

Gelar Uji Konsekuensi, PPID Sulsel Mutakhirkan Daftar Informasi yang Dikecualikan Tahun 2026

Selasa, 10 Maret 2026 - 17:56 WITA

Aniaya Pacar Hingga Babak Belur, Terduga Pelaku Diringkus Resmob Polres Bone

Senin, 9 Maret 2026 - 00:57 WITA

Remaja Perempuan di Bone Dianiaya Kekasih di Kamar Kos, Alami Puluhan Luka Lebam

Rabu, 4 Maret 2026 - 15:39 WITA

Apes! Pelaku Curanmor di Bone Dibekuk Polisi Saat Kaki Patah di Rumah Sakit

Berita Terbaru