Karaoke Berdarah di Bajoe, Teguran Berujung Dua Luka Tusuk

- Jurnalis

Selasa, 22 Juli 2025 - 14:10 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban saat menjalani perawatan medis di RS M. Yasin Watampone.

Korban saat menjalani perawatan medis di RS M. Yasin Watampone.

BONE,BONEKU.COM,– Seorang nelayan di Kampung  Bajo, Kelurahan Bajoe, Kecamatan Tanete Riattang Timur Kabupaten Bone menjadi korban penikaman pada sebuah acara karaoke, pada Senin malam, 21 Juli 2025, sekitar pukul 23.50 Wita.

Kasi humas polres bone Iptu Rayendra yang dikonfirmasi membenarkan kasus penganiayaan tersebut, kata dia, terduga pelaku diketahui seorang pria berinisial EM (50). Dia nekat menikam seorang nelayan bernama Nandito (26) dengan senjata tajam jenis badik hanya karena merasa tersinggung saat ditegur.

Baca Juga:  Perkuat Kerjasama, Gapensi Bone dan PT Askrindo Mitra Utama Gelar MoU

“Menurut keterangan saksi, insiden bermula saat pelaku sedang bernyanyi di atas panggung karaoke. Saat itu, korban menegur pelaku karena sikapnya yang dianggap tidak pantas,”  kata Iptu Rayendra, Selasa, 22 Juli 2025

Lanjut kata Rayendra, Setelah korban meninggalkan lokasi acara dan berjalan sejauh kurang lebih 100 meter dari lokasi acara, pelaku membuntuti dan langsung menyerangnya dengan sebilah badik, Beruntung, sejumlah warga yang berada tak jauh dari lokasi kejadian segera melerai perkelahian dan menyelamatkan korban. Nandito kemudian dilarikan ke RS dr. M. Yasin Bone untuk mendapat perawatan medis.

Baca Juga:  Kronologis Kades Salebba Ditikam di Lokasi Perkemahan Ponre

“korban mengalami dua luka tusuk, pada lengan bawah tangan kiri, dan di bagian pundak belakang, saat ini masih menjalani perawatan medis di RS M. Yasin Watampone, pelaku dan korban  dalam pengaruh minuman keras” tambahnya

Terduga pelaku EM setelah menikam korban langsung melarikan diri dan hingga kini belum ditemukan, Pihak kepolisian masih melakukan pencarian terhadap pelaku. (*)

Berita Terkait

Upah Tak Kunjung Dibayar, Ratusan Buruh Sekolah Rakyat Jalan Kaki 9 Kilometer ke Polres Bone
Proyek Sekolah Rakyat di Bone Telan Rp230 Miliar, Ratusan Buruh Justru Menjerit, Upah 3 Minggu Belum Dibayar
Si Jago Merah ‘Mengamuk’ di Panyula, 2 rumah, Motor Hingga Mesin Perahu Hangus
Ratusan Buruh Proyek Sekolah Rakyat di Bone Ricuh, Upah 3 Minggu Tak Kunjung Dibayar Oleh Mandor
Tak Kenal Waktu dan Jarak, Tim Reaksi Cepat Dinsos Bone Datangi Bayi yang Ditemukan di Rumah Kosong
Peringatan HKAN 2026 di Lejja Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Lestarikan Alam
Dugaan Jaringan Lintas Provinsi: Pasokan dari Bone–Wajo, Aparat Diminta Telusuri Seluruh Rantai Distribusi
Bercak Darah Ungkap Misteri Bayi yang Dibuang di Bone, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Kurang 3 Jam

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 12:41 WITA

Upah Tak Kunjung Dibayar, Ratusan Buruh Sekolah Rakyat Jalan Kaki 9 Kilometer ke Polres Bone

Selasa, 11 Agustus 2026 - 23:31 WITA

Proyek Sekolah Rakyat di Bone Telan Rp230 Miliar, Ratusan Buruh Justru Menjerit, Upah 3 Minggu Belum Dibayar

Selasa, 11 Agustus 2026 - 21:56 WITA

Si Jago Merah ‘Mengamuk’ di Panyula, 2 rumah, Motor Hingga Mesin Perahu Hangus

Senin, 10 Agustus 2026 - 18:06 WITA

Tak Kenal Waktu dan Jarak, Tim Reaksi Cepat Dinsos Bone Datangi Bayi yang Ditemukan di Rumah Kosong

Senin, 10 Agustus 2026 - 14:39 WITA

Peringatan HKAN 2026 di Lejja Perkuat Kolaborasi Pemerintah dan Masyarakat Lestarikan Alam

Berita Terbaru