PTDH 2 Guru, Prof Yusril : Gubernur Sulsel Tidak Salah

- Jurnalis

Jumat, 14 November 2025 - 22:45 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA.BONEKU.COM,–  Menteri Koordinator (Menko) Bidang Hukum, HAM, Imigrasi, dan Pemasyarakatan, Prof Yusril Ihza Mahendra menegaskan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan berkewajiban memulihkan status dua guru ASN asal Luwu Utara.

Penegasan ini disampaikan menyusul terbitnya Keputusan Presiden (Keppres) yang memberikan rehabilitasi kepada keduanya atas perintah Presiden Prabowo Subianto. Rehabilitasi tersebut diberikan untuk mengembalikan harkat, hak, dan kedudukan hukum para guru sebagaimana sebelum dijatuhi hukuman.

Baca Juga:  Sulsel Lampaui Target Nasional Perlindungan Sawah, Menteri ATR/BPN Apresiasi Capaian Pemprov

Yusril menyatakan langkah Presiden telah dilaksanakan sesuai kewenangan konstitusional sebagaimana diatur dalam Pasal 14 UUD 1945. “Dengan adanya Keppres ini, martabat dan kedudukan kedua ASN harus dipulihkan seperti kondisi sebelum mereka dinyatakan bersalah,” ujarnya di Jakarta, Kamis (13/11/2025) kemarin.

Ia menjelaskan, sebelum keputusan diterbitkan, Presiden terlebih dahulu meminta pendapat Mahkamah Agung. Pertimbangan MA tersebut kemudian menjadi bagian dari konsideran Keppres sehingga keputusan rehabilitasi memiliki landasan hukum yang kuat.

Baca Juga:  Pemprov Sulsel-Bengkulu Teken Kesepakatan Bersama Kerjasama Pembangunan dan Pengembangan Potensi Daerah

Yusril juga mengingatkan pemberhentian dengan tidak hormat (PDTH) terhadap kedua guru merupakan konsekuensi administratif sesuai aturan ASN bagi pegawai yang dinyatakan bersalah oleh pengadilan. Dengan demikian, Gubernur Sulsel dalam hal ini tidak melakukan kesalahan dalam mengambil keputusan.

Namun setelah rehabilitasi diberikan, kata Yusril, status keduanya harus kembali seperti semula. “Maka dari itu Gubernur Sulsel wajib mengembalikan kedua ASN ini ke posisi awal mereka. Pemulihan nama baik berarti pula pemulihan kedudukan dalam kepegawaian,” tegasnya.

Baca Juga:  49 Ruas Jalan Program MYP Pemprov Sulsel Dalam Tahap Pengerjaan

Yusril turut menekankan rehabilitasi tidak menghapus putusan pidana yang telah dijatuhkan. Rehabilitasi hanya memulihkan kehormatan dan status sosial, berbeda dengan Peninjauan Kembali (PK) yang memungkinkan koreksi terhadap putusan pengadilan. “Rehabilitasi itu bukan PK. PK membuat MA memeriksa kembali perkara, sementara rehabilitasi tidak menyentuh vonis pidana,” jelasnya. (*)

Berita Terkait

70 Peserta Ikuti Kursus Pelatih Pramuka Tingkat Dasar di Makassar
Workshop IIFS 2026, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Literasi Keuangan Syariah
Gubernur Andi Sudirman Antarkan Pemprov Sulsel Raih Penghargaan Anugerah Cita Negeri 2026
Gubernur Andi Sudirman Gerakkan 3.060 Desa dan Kelurahan Percepat Penurunan Stunting
Ribuan Warga Padati Jalan Sehat Anti Mager, Gubernur Sulsel dan Kepala OJK Kampanyekan Keuangan Syariah
Bunda PAUD Sulsel Perkuat Kompetensi Guru, Transisi PAUD ke SD Harus Menyenangkan
Ketua ASATU Riswan Rusandy Desak Polda Sulsel Usut Tuntas Penikaman Dua Mahasiswa Bone di Makassar
Dikeluhkan Warga, Jalan Rusak di Samping Tol Sutami Segera Diperbaiki

Berita Terkait

Minggu, 8 November 2026 - 16:15 WITA

70 Peserta Ikuti Kursus Pelatih Pramuka Tingkat Dasar di Makassar

Rabu, 4 November 2026 - 13:10 WITA

Workshop IIFS 2026, Pemprov Sulsel Dorong Perluasan Literasi Keuangan Syariah

Rabu, 4 November 2026 - 12:03 WITA

Gubernur Andi Sudirman Antarkan Pemprov Sulsel Raih Penghargaan Anugerah Cita Negeri 2026

Rabu, 4 November 2026 - 01:01 WITA

Gubernur Andi Sudirman Gerakkan 3.060 Desa dan Kelurahan Percepat Penurunan Stunting

Minggu, 1 November 2026 - 22:23 WITA

Ribuan Warga Padati Jalan Sehat Anti Mager, Gubernur Sulsel dan Kepala OJK Kampanyekan Keuangan Syariah

Berita Terbaru