JK Berpesan Ke Gubernur Sulsel, Dan Pangdam "EWAKO"

- Jurnalis

Kamis, 18 Juni 2020 - 04:07 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONEKU.COM-Ketua umum Palang Merah Indoesia (PMI) Jusuf Kalla (JK) meminta kepada Gubernur Sulawesi Selatan (Sul-Sel) dan Panglima Kodam XIV/Hasanuddin  untuk berupaya lebih keras lagi dalam menghadapi Covid-19 di Sul-Sel. 
Mengingat Sul-Sel saat ini merupakan provinsi di luar Jawa yang penduduknya paling banyak terpapar virus Corona dan menempati urutan 3 nasonal setelah DKI Jakarta dan Jawa Timur. Harapan JK tersebut disampaikannya saat saat memberikan pengarahan kepada Gugus Tugas Covid-19 Sulsel di Makassar, Rabu 17 Juni 2020. 
“Sulsel ini terbesar di luar Jawa malah lebih tinggi dibanding Yogyakarta dan Banten, sehingga kita harus lebih tingkatkan lagi upaya kita dalam mencegah,  daripada sebelumnya.  Saya bilang jangan menyerah kepada nasib tetapi kita harus menentukan nasib kita dengan cara berusaha dan bekerja keras saya percaya pak Gubernur dan Panglima bisa melaksanakan itu dengan bekerjasama dengan lainnya. PMI siap untuk membantu upaya itu. Untuk itu saya ke sini hanya untuk bilang “ewako”, Ujar JK. 
Dalam arahanya JK menjelaskan dalam menghadapi wabah Covid-19 hanya ada 2 cara yang mesti dilakukan yaitu menghindar dan menyerang. Menghindar dalam artian meminta masyarakat untuk tetap di rumah, selalu menjaga jarak, memakai masker dan mencuci tangan. Sementara menyerang adalah mematikan virus dengan cara menyemprotkan cairan disinfektan. Dan apabila kedua upaya tersebut tidak berhasil dilakukan maka upaya selanjutnya diambil alih oleh dokter dan rumah sakit untuk melakukan pengobatan. 
Namun demikian JK tetap menekankan pada upaya penghindaran dan penyerangan karena apabila itu tidak dilakukan pasien yang masuk ke rumah sakit akan membludak dan bisa tidak tertangani dengan baik. 
“Cuman dua cara menghadapinya, hindari atau matikan virus. Hindari dengan cara stay at home, jaga jarak, pakai masker cuci tangan. Cara kedua adalah dilawan atau dimatikan istilahnya di sini “ewako”.  Oleh karena itu kita perlu lebih keras lagi lawan virus ini. Apabila kedua langkah tersebut tidak berhasil maka dilakukan perawatan atau pengobatan. Untuk itulah masyarakat harus disiplin untuk menghindar, petugas harus melawan dengan keras. Apabila tidak dilakukan maka yang korban adalah para dokter atau rumah sakit, ini tidak akan ada habisnya” terang JK.
Dalam pertemuan tersebut JK juga menjanjikan untuk memberikan bantuan berupa 1000 unit sprayer gendong, dan menambah armada mobil gunner penyemprot disinfektan sebanyak 3 unit untuk memperkuat 2 armada yang telah ada sebelumnya. 
“Kalau pak Gubernur dan panglima siap saya bisa kasi lagi 1000 sprayer untuk membersihkan kota-kota. Nanti saya tambah 3 lagi mobil gunner supaya genap 5 agar bisa kita selesaikan semua ini” tegasnya. 
Menurut JK penyemprotan cairan disinfektan sebagai strategi penyerangan merupakan kunci keberhasilan dalam menghadapi Covid-19. JK mengatakan hanya dengan dengan cara melakukan penyemprotan secara massif penularan wabah Corona dapat diperlambat.  
“Melawan virus itu kan menghindar dan menyerang, menghindar saja tidak cukup karena kemampuan orang tinggal di rumah secara psikis dan ekonomi hanya 2 bulan. Oleh karena itu tidak ada yang lockdown sampai lebih dari 2 bulan, Wuhan saja cuman 2 bulan 10 itu pun sudah hebat. Di korea hanya sebulan dihentikan dulu. Sebenarnya makna PSBB itu dihentikan sementara kegiatan kemudian disemprot.  kita harus sterilkan kota ini, baru itu bisa berkurang”. tegasnya.(*)
Baca Juga:  Obrolan Warung Kopi, Berikut Nama Tokoh Yang Berpotensi Maju di Pilkada Bone

Berita Terkait

Terima Bantuan Air Bersih, Warga Kalosi Maros: Terima Kasih Bantuannya Pak Gubernur
Koperasi Awards 2026, Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara
Demi Menghemat Biaya, Karyawan SPBU di Bone Dirampas Hak Jaminan Sosialnya
Tim Monev Polda Sulsel Tinjau Kampung Tertib Lalu Lintas Bone — Cek Efektivitas & Kebutuhan Peningkatan Program
Cegah Penyalahgunaan, Sat Reskrim Polres Bone Gelar Sidak SPBU & Usaha — Dua Kedapatan Pakai Elpiji Subsidi
47 Kasus Narkoba Dibongkar dalam Dua Pekan, Kapolres Bone: 760 Jiwa Berhasil Diselamatkan
Keluarga Klarifikasi Pria Mengamuk di Cina: Tidak Ada Riwayat Gangguan Kejiwaan, Diduga Kesurupan Usai Ziarah Kubur
Panen Padi 10,4 Ton per Hektare, Wagub Sulsel Dukung Penguatan Pertanian Modern di Sidrap

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 15:47 WITA

Koperasi Awards 2026, Gubernur Sulsel Terima Penghargaan Bakti Koperasi Nayaka Mahambara

Jumat, 21 Agustus 2026 - 14:29 WITA

Demi Menghemat Biaya, Karyawan SPBU di Bone Dirampas Hak Jaminan Sosialnya

Jumat, 21 Agustus 2026 - 11:42 WITA

Tim Monev Polda Sulsel Tinjau Kampung Tertib Lalu Lintas Bone — Cek Efektivitas & Kebutuhan Peningkatan Program

Kamis, 20 Agustus 2026 - 14:32 WITA

Cegah Penyalahgunaan, Sat Reskrim Polres Bone Gelar Sidak SPBU & Usaha — Dua Kedapatan Pakai Elpiji Subsidi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 00:39 WITA

47 Kasus Narkoba Dibongkar dalam Dua Pekan, Kapolres Bone: 760 Jiwa Berhasil Diselamatkan

Berita Terbaru