BONEKU.COM.BONE,– Salah seorang keluarga nasabah Bank BRI mengungkapkan kekecewaannya lantaran sertifikat agunan miliknya diduga dihilangkan oleh pihak Bank BRI Unit Palakka.

Suhaeri yang ditemui wartawan menceritakan kronologis kekecewaannya, awalnya mertuanya bernama Much, Adam Kusbah mengambil kredit di Bank BRI dengan menyerahkan sertifikat agunan (Jaminan).

Namun karena mertuanya meninggal, kredit tersebut lunas dan sudah diklaim oleh pihak asuransi, sehingga kewajiban membayar kredit pinjaman telah selesai.

Suhaeri yang merupakan menantu Much. Adam pun menyetor segala berkas pendukung untuk mengambil kembali agunan yang berupa sertifikat rumah, namun sayangnya sertifikat tersebut kini tidak diketahui keberadaannya.

Baca Juga:  Pelaku Pembunuhan Istri di Bone Terancam 15 Tahun Penjara

Menurut Suhaeri dia hanya diberi janji tanpa kepastian, dia sudah beberapa kali harus bolak balik dari Makassar ke Bone hanya untuk menanyakan keberadaan agunan milik mertuanya itu.

“Awalnya saya dijanji maksimal 3 bulan sertifikatnya sudah bisa diambil, tapi ternyata sampai hari ini belum ada kejelasan,” Kata Suhaeri. Selasa 9 Januari 2024.

” Pihak Bank beralasan sertifikatnya sedang dicari, entah disimpan di mana karena sudah lebih 5 bulan pencarian belum ada, ” Tambahnya.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Tinjau Pembangunan Kantor Presiden di IKN

Dia juga bercerita, sempat dimintai uang senilai Rp 250 ribu oleh pihak Bank sebagai denda, alasannya, semasa hidup kredit almarhum Much Adam Kusbah sempat ada tunggakan.

Meski menurut pemahamannya tunggakan tersebut harusnya ditanggung asuransi, Suhaeri tetap membayarkan semata-mata agar agunan bisa segera diambil kembali.

Sementara Kepala Unit BRI Palakka, Agus Pujohadi yang dikonfirmasi wartawan tidak membantah perihal tersebut. Dia menjelaskan, agunan yang dimaksud itu merupakan pengalihan dari BRI Unit Bukaka.

Baca Juga:  Terkait Korupsi Dana Desa, Mantan Camat Patimpeng Diperiksa Tipikor

” Waktu dialihkan saya belum di sini, tapi sudah kami koordinasikan dan kita sama-sama mencari, ” Kata Agus.

Masih kata dia, kemungkinan nomor tempat penyimpanan agunan tertukar, hal seperti itu biasa terjadi.

” Kita usahakan secepatnya sudah ada, kalau tidak, nanti koordinasi dengan Kepala Unit yang baru, karena minggu depan, saya sudah tidak di sini lagi, ada pergantian, ” Pungkas Agus. (*)