Bisnis Rokok Ilegal Subur di Wajo, SMSI Desak Razia Gabungan

- Jurnalis

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAJO. BONEKU.COM — Peredaran rokok ilegal tanpa pita cukai maupun yang diduga menggunakan pita cukai palsu disebut masih marak di Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan. Rokok yang diduga ilegal tersebut disebut mudah ditemukan di sejumlah warung, kios kelontong hingga toko di wilayah Kabupaten Wajo.

Kondisi tersebut mendapat sorotan dari Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kabupaten Wajo. Ketua SMSI Kabupaten Wajo, Andi Erwin, mendesak aparat penegak hukum (APH) bersama instansi terkait, termasuk Bea Cukai dan Satpol PP, meningkatkan pengawasan serta melakukan razia gabungan secara rutin.

Menurut Andi Erwin, peredaran rokok ilegal tidak hanya berpotensi merugikan penerimaan negara dari sektor cukai, tetapi juga menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat bagi pelaku usaha yang menjalankan bisnis rokok secara legal.

“Kami sudah turun ke lapangan. Ada rokok yang dijual sekitar Rp12 ribu hingga Rp15 ribu per bungkus. Harga yang sangat murah ini perlu menjadi perhatian serius, karena rokok yang beredar harus memenuhi ketentuan cukai,” ujarnya saat ditemui di salah satu warung kopi di Kota Sengkang, Sabtu (3/10/2026).

Baca Juga:  SMSI Wajo Resmi Miliki Pengurus Baru, Andi Erwin Nahkodai Periode 2025–2028

Ia mengatakan, terdapat sejumlah persoalan yang perlu menjadi perhatian pemerintah dan aparat terkait.

Pertama, peredaran rokok ilegal berpotensi mengurangi penerimaan negara dari cukai hasil tembakau. Padahal, penerimaan cukai memiliki mekanisme pengalokasian untuk mendukung berbagai program pemerintah, termasuk melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).

Kedua, peredaran rokok ilegal dinilai menciptakan persaingan usaha yang tidak sehat. Pelaku usaha yang menjual produk legal harus menanggung beban cukai dan memenuhi ketentuan perizinan, sementara produk ilegal dapat dijual dengan harga lebih rendah.

“Pengusaha yang taat aturan tentu merasa dirugikan karena harus bersaing dengan produk yang tidak memenuhi ketentuan. Pedagang kecil juga bisa terdorong menjual rokok ilegal karena selisih harga yang cukup jauh,” katanya.

Ketiga, menurut dia, pengawasan terhadap jalur distribusi rokok ilegal perlu diperkuat, mulai dari distributor hingga tingkat pengecer.

Andi Erwin meminta aparat tidak hanya melakukan penindakan terhadap pedagang di tingkat bawah, tetapi juga menelusuri sumber dan jaringan distribusi apabila ditemukan rokok yang diduga ilegal.

Baca Juga:  Partai Gerindra Raih Satu Kursi di Dapil I Kecamatan Tempe Kabupaten Wajo.

“Kami meminta Bea Cukai, Satpol PP dan Polres Wajo melakukan penindakan secara tegas sesuai kewenangan masing-masing. Jangan hanya berhenti di pedagang kecil, tetapi telusuri juga dari mana barang tersebut berasal dan siapa distributornya,” tegasnya.

Ia juga mendorong Pemerintah Kabupaten Wajo bersama Bea Cukai membentuk tim gabungan untuk melakukan operasi pengawasan secara berkala, bukan hanya ketika muncul laporan atau momentum tertentu.

Selain itu, audit dan pengawasan terhadap jalur distribusi rokok di tingkat distributor dinilai penting untuk memutus rantai peredaran produk ilegal.

“Pemda juga perlu meningkatkan sosialisasi kepada pedagang mengenai ciri-ciri rokok ilegal dan konsekuensi hukum menjual maupun mengedarkannya. Kami tidak anti terhadap pedagang kecil, tetapi aturan harus ditegakkan secara adil,” ujarnya.

Andi Erwin menambahkan, penegakan hukum juga penting untuk mencegah munculnya persepsi negatif di tengah masyarakat terkait lemahnya pengawasan terhadap peredaran rokok ilegal.

Baca Juga:  Ketua SMSI Wajo Dukung Penertiban Sempadan Jalan dan Andalalin, Tegaskan Harus Tanpa Tebang Pilih

Menurutnya, jika ditemukan dugaan adanya pihak yang sengaja membiarkan atau terlibat dalam peredaran rokok ilegal, hal tersebut harus dibuktikan melalui proses pemeriksaan dan penegakan hukum oleh lembaga yang berwenang.

“Kami berharap tidak ada pembiaran. Kalau ada dugaan keterlibatan oknum atau adanya setoran kepada pihak tertentu, itu harus dibuktikan dan ditindak melalui proses hukum. Jangan sampai masyarakat kehilangan kepercayaan terhadap aparat dan instansi yang memiliki kewenangan melakukan pengawasan,” katanya.

Ia menegaskan, pemberantasan rokok ilegal membutuhkan sinergi lintas instansi. Tidak hanya Bea Cukai, tetapi juga aparat kepolisian, Satpol PP, pemerintah daerah serta pihak terkait lainnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh keterangan resmi dari pihak Bea Cukai Parepare, Polres Wajo maupun Pemerintah Kabupaten Wajo melalui Satpol PP terkait data penindakan terhadap peredaran rokok ilegal di Kabupaten Wajo sepanjang 2026.

Konfirmasi kepada pihak terkait penting untuk memperoleh gambaran mengenai langkah pengawasan, jumlah temuan, serta proses penindakan terhadap peredaran rokok ilegal di wilayah tersebut.(*)

Penulis : Rangga

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Edukasi Kebencanaan di Wajo, Masyarakat Diajak Pahami Langkah Aman Saat Gempa
Atasi Persoalan Sampah, DLH Wajo Gaungkan Gerakan Pilah, Olah dan Tanami Pekarangan
Baso Ahmad Fahmi Persembahkan Prestasi Gemilang, MTs As’adiyah No. 34 Doping Juara 1 OMI Kabupaten Wajo
RPK Wajo Sentuh 58 Outlet Aktif, Bulog Perkuat Stabilitas Harga Pangan
Isu Pegawai Bulog Minta Sesuatu ke Mitra RPK Mencuat, Pinca Bulog Wajo Beri Klarifikasi
Pangdam XIV/Hasanuddin Kunker ke Kodim 1406/Wajo, Tekankan Semangat Prajurit dan Peran Keluarga
Kado Kemerdekaan, 155 Warga Binaan Rutan Sengkang Terima Remisi, 2 Langsung Bebas
HUT RI ke-81 di Rutan Sengkang, Pasukan 8 Sukses Kibarkan Sang Merah Putih

Berita Terkait

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:23 WITA

Bisnis Rokok Ilegal Subur di Wajo, SMSI Desak Razia Gabungan

Kamis, 24 September 2026 - 12:43 WITA

Edukasi Kebencanaan di Wajo, Masyarakat Diajak Pahami Langkah Aman Saat Gempa

Selasa, 22 September 2026 - 13:34 WITA

Atasi Persoalan Sampah, DLH Wajo Gaungkan Gerakan Pilah, Olah dan Tanami Pekarangan

Minggu, 13 September 2026 - 22:33 WITA

Baso Ahmad Fahmi Persembahkan Prestasi Gemilang, MTs As’adiyah No. 34 Doping Juara 1 OMI Kabupaten Wajo

Minggu, 13 September 2026 - 17:27 WITA

RPK Wajo Sentuh 58 Outlet Aktif, Bulog Perkuat Stabilitas Harga Pangan

Berita Terbaru