Diduga Intimidasi Aktivis, Kader HMI Bone Diserang OTK Bermasker

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 03:27 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Korban saat mendapatkan perawatan medis di RSUD Bone

Korban saat mendapatkan perawatan medis di RSUD Bone

BONE.BONEKU.COM.–  Teror terhadap kebebasan berekspresi kembali mencuat di Kabupaten Bone. Seorang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bone, Andi Mahardika Sunandar, menjadi korban intimidasi brutal hingga pengeroyokan oleh sekelompok Orang Tak Dikenal (OTK), Jumat, 8 Januari 2025.

Peristiwa mencekam itu terjadi di pelataran Kantor Dinas Kebudayaan Kabupaten Bone, saat Andi Dika sapaan akrab korban baru saja tiba di lokasi menggunakan sepeda motor. Tanpa peringatan, empat pria bertopeng masker turun dari sebuah mobil dan langsung melancarkan serangan.

Ditemui di RSUD Tenriawaru Bone, Andi Dika dengan wajah lebam dan bibir pecah menceritakan detik-detik dirinya menjadi sasaran kekerasan.

Baca Juga:  AYN Optimis Duduk di DRPD Bone Dengan Total Suara Sementara 4.499

“Saya baru tiba, tiba-tiba mereka menghampiri lalu memukul. Saya dipiting dari belakang, diseret dan dipaksa naik ke mobil. Salah satu dari mereka bilang, ‘ikutko’. Saya melawan dan berteriak minta tolong,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Teriakan korban memecah keheningan lokasi. Warga sekitar yang mendengar jeritan tersebut segera berdatangan. Menyadari aksinya diketahui publik, para pelaku panik, bergegas kembali ke mobil dan kabur meninggalkan korban.

Baca Juga:  IRT di Bone Dibantai Oleh Suaminya Hingga Tewas

“Mereka empat orang, semuanya pakai masker, jadi sulit dikenali. Saya dipukul berkali-kali di wajah dan sempat diseret ke mobil, tapi saya melawan sampai berhasil lepas,” tambah Andi Dika.

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka pecah di bibir, lebam di wajah, serta luka di telapak kaki akibat diseret paksa. Kasus tersebut langsung dilaporkan ke SPKT Polres Bone, sebelum korban dilarikan ke RSUD Bone untuk mendapatkan perawatan medis.

Yang mengejutkan, Andi Dika mengaku tidak memiliki konflik pribadi dengan siapa pun. Serangan mendadak tersebut membuatnya terpukul dan mempertanyakan motif di balik aksi kekerasan itu.

Baca Juga:  Korban datang, keluarga histeris...

“Saya dan teman-teman aktivis sedang menyoroti pembangunan Bola Soba yang sampai sekarang tidak jelas. Rencananya kami mau buat posko dan mengkaji persoalannya. Tapi saya baru survei lokasi, tiba-tiba diserang,” kuncinya.

Insiden ini memunculkan dugaan adanya upaya pembungkaman terhadap aktivitas kritis mahasiswa. Andi Dika pun berharap aparat kepolisian segera mengusut tuntas kasus ini, mengungkap identitas para pelaku, serta menjamin keamanan aktivis dan ruang demokrasi di Kabupaten Bone. (*)

Berita Terkait

Banjir Rendam Bone, 2 Meninggal & 69 Warga Dievakuasi
Sambut Kajari Baru, Bupati Harap Sinergi Makin Solid
Tim Opsnal Polsek Tanete Riattang Ringkus Pelaku Pencurian Gabah 8 Karung
Diduga Serangan Asma, Kakek Ditemukan Meninggal di Kebun
Sambut Kunjungan Jamkrida Sulsel, Bupati Ratnawati Siap Perkuat Sinergi Ekonomi  
Tanggapi Aduan Warga, Lurah Panyula Terjun Langsung Pantau dan Kendalikan Situasi di Wilayahnya
PILU! Dua Jenazah Nenek dan Cucu Harus Dipindah Makam Lagi, Lahan Diminta Pemilik Karena Masalah Sengketa
SAMAKI RESMI MELUNCUR: Bupati Ratnawati Pionir Transformasi Digital Birokrasi Sinjai

Berita Terkait

Jumat, 8 Mei 2026 - 13:45 WITA

Banjir Rendam Bone, 2 Meninggal & 69 Warga Dievakuasi

Kamis, 7 Mei 2026 - 20:28 WITA

Sambut Kajari Baru, Bupati Harap Sinergi Makin Solid

Kamis, 7 Mei 2026 - 16:07 WITA

Tim Opsnal Polsek Tanete Riattang Ringkus Pelaku Pencurian Gabah 8 Karung

Rabu, 6 Mei 2026 - 22:13 WITA

Diduga Serangan Asma, Kakek Ditemukan Meninggal di Kebun

Rabu, 6 Mei 2026 - 15:29 WITA

Sambut Kunjungan Jamkrida Sulsel, Bupati Ratnawati Siap Perkuat Sinergi Ekonomi  

Berita Terbaru