BONE.BONEKU.COM,– Tragedi pertikaian antara menantu dan mertua di Lingkungan Barangmamase, Kelurahan Tanete, Kecamatan Cina, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, berakhir memilukan.
Setelah SB (38) meninggal dunia di RSUD Tenriwaru Bone pada Minggu (20/9/2026), kini mertuanya, Andi Muh Agus (57), juga dilaporkan meninggal dunia setelah menjalani perawatan di rumah sakit pada Senin (21/9/2026).
Dengan perkembangan terbaru tersebut, dua orang yang terlibat dalam pertikaian berdarah tersebut kini sama-sama meninggal dunia.
Sebelumnya, SB dilaporkan meninggal dunia sekitar pukul 09.24 Wita, Minggu (20/9/2026). Ia mengalami sejumlah luka setelah terlibat pertikaian dengan mertuanya pada Sabtu malam.
Menurut keterangan salah seorang tetangga, SB sempat direncanakan menjalani operasi pada Minggu pagi. Namun, tindakan tersebut tidak sempat dilakukan lantaran kondisi korban memburuk.
“Pagi meninggal almarhum. Sempat mau dioperasi tadi pagi, cuma tidak jadi karena beliau sudah meninggal. Jenazah almarhum juga sudah dikebumikan oleh pihak keluarga,” ungkapnya.
Sehari setelah SB meninggal dunia, kabar duka kembali datang dari rumah sakit.
Andi Muh Agus, yang sebelumnya mengalami luka akibat pertikaian dengan menantunya, juga dilaporkan meninggal dunia pada Senin (21/9/2026) setelah mendapatkan perawatan medis.
“Iya benar, barusan kami dapat kabar kalau beliau juga telah meninggal dunia di rumah sakit setelah menjalani perawatan 2 hari,” Tambahnya
Sebelumnya, Andi Muh Agus mengalami sejumlah luka, termasuk luka tusuk pada bagian perut, luka pada telapak kaki, serta luka terbuka pada kaki kanan.
Dengan meninggalnya kedua pihak, pertikaian yang terjadi pada Sabtu malam tersebut kini menyisakan duka mendalam bagi kedua keluarga.
Peristiwa berdarah tersebut terjadi pada Sabtu malam di Lingkungan Barangmamase, Kelurahan Tanete, Kecamatan Cina.
Berdasarkan informasi yang dihimpun dari warga, kejadian bermula ketika SB diduga membakar sejumlah perabot di depan rumahnya.
Warga yang khawatir api semakin membesar kemudian keluar dan berupaya memadamkan api. Namun, SB disebut tidak terima setelah mendapat teguran dan kemudian mengejar salah seorang warga.
Orang tua dari warga yang dikejar tersebut kemudian keluar dan berusaha menasihati SB.
Beberapa saat kemudian, SB disebut kembali mendatangi rumah mertuanya, Andi Muh Agus.
Dalam situasi tersebut, SB diduga menikam mertuanya menggunakan senjata tajam hingga mengenai bagian perut.
Andi Muh Agus kemudian melakukan perlawanan dengan mengambil sebilah parang dan menebas SB hingga mengalami luka pada bagian kepala.
Keduanya kemudian dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan medis.
SB mengalami luka terbuka pada bagian kepala dan luka terbuka pada sisi kanan kepala. Sementara Andi Muh Agus mengalami luka tusuk pada bagian perut serta sejumlah luka pada kaki. (*)










