BONE.BONEKU.COM, — Kabupaten Bone mulai memperketat pengamanan menjelang dan selama pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Sulawesi Selatan 2026. Sebanyak 505 personel gabungan disiapkan Polres Bone untuk mengawal seluruh pertandingan yang digelar di Kabupaten Bone.
Pengamanan menyasar 26 cabang olahraga (cabor) dengan melibatkan berbagai unsur, mulai dari kepolisian, TNI hingga instansi pemerintah daerah.
Kapolres Bone AKBP Astoto melalui Wakapolres Bone Kompol Antonius Tutleta yang ditemui di ruangannya mengatakan, personel pengamanan telah disiagakan sejak sejumlah cabang olahraga memulai pertandingan lebih awal, yakni pada 4, 5, dan 6 November 2026.
Sementara itu, pelaksanaan utama Porprov XVIII Sulsel dijadwalkan berlangsung pada 7 hingga 14 November 2026.
“Keseluruhannya kami siapkan 505 personel. Ini terbagi dari 26 cabang olahraga yang ada di Kabupaten Bone,” kata Antonius saat dikonfirmasi, Kamis (5/11/2026).
Ia menjelaskan, kekuatan pengamanan tersebut merupakan gabungan personel Polres Bone, TNI, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemadam Kebakaran (Damkar), serta Satuan Brimob.
Dari seluruh cabang olahraga, sepak bola menjadi salah satu perhatian khusus aparat keamanan. Pertandingan digelar di dua lokasi, yakni Lapangan Lapo Ase, Kecamatan Awangpone, dan Lapangan Tokaseng, Kecamatan Tellu Siattinge.
Untuk mengamankan dua arena tersebut, disiapkan 214 personel gabungan.
Rinciannya, 60 personel Polres Bone, 20 personel TNI, 20 personel Satpol PP, empat personel Dishub, dan 10 personel Damkar. Sementara personel Brimob disiagakan sebagai kekuatan pendukung.
“Dalam pengamanan sepak bola, kami siagakan Brimob, tetapi tidak diturunkan ke lapangan. Yang turun langsung ke lapangan di antaranya personel Polres, TNI, Satpol PP, Dishub, dan Damkar,” jelasnya.
Khusus 60 personel Polres Bone, masing-masing 30 orang ditempatkan di Lapangan Tokaseng dan 30 lainnya di Lapangan Lapo Ase.
Selain sepak bola, balap sepeda juga masuk dalam perhatian pengamanan. Pasalnya, rute perlombaan akan melewati sejumlah kecamatan di Kabupaten Bone. Bahkan, terdapat nomor pertandingan yang melintasi wilayah kabupaten lain.
Kondisi tersebut membutuhkan koordinasi lintas daerah, terutama untuk memastikan keamanan jalur dan kelancaran arus lalu lintas selama atlet berlomba.
Polres Bone pun akan berkolaborasi dengan Dishub dan Satpol PP dalam melakukan pengaturan lalu lintas serta pengamanan rute pertandingan.
Di tengah kesiapan aparat, Antonius mengingatkan bahwa keamanan Porprov bukan semata-mata menjadi tanggung jawab petugas. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam menjaga situasi tetap kondusif.
Ia meminta warga menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum maupun berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Menurutnya, Porprov menjadi momentum bagi Kabupaten Bone untuk menunjukkan sikap sebagai tuan rumah yang ramah, tertib, dan menghargai seluruh kontingen dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan.
“Kita hargai tamu-tamu kita, kontingen-kontingen yang ada. Kita tunjukkan bahwa Bone adalah kota beradab,” tegasnya.
Polres Bone berharap seluruh elemen masyarakat ikut mendukung pengamanan sehingga pelaksanaan Porprov XVIII Sulsel 2026 di Kabupaten Bone dapat berjalan aman, tertib, dan lancar hingga penutupan. (*)










