Polda Sulsel Ungkap Sindikat Pembuat Uang Palsu di Makassar, Rencananya Akan Digunakan Untuk Pilkada

- Jurnalis

Kamis, 19 Desember 2024 - 20:00 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR,BONEKU.COM,– Polda Sulawesi Selatan menggelar Konfrensi Pers terkait kasus sindikat Pembuatan dan Peredaran uang palsu di Kabupaten Gowa.

Konfrensi Pers tersebut dipimpin langsung oleh kapolda Sulsel Irjen Pol Yudhiawan Wibisono. Dalam Pernyataannya kapolda Sulsel mengungkapkan bahwa dalam kasus ini pihaknya berhasil mengamankan 17 orang tersangka.

Dari hasil pemeriksaan para tersangka mengakui bahwa mereka memproduksi uang palsu tersebut di dalam Kampus UIN Alauddin Makassar, dan ternyata uang palsu ini rencananya akan digunakan untuk mendanai pilkada 2024 kemarin.

“Kasus ini cukup menarik, tujuan para tersangka membuat uang palsu ini salah satunbya untuk mendanai pilkada 2024,”Ungkap Yudhiawan Kamis, 19/12/2024.

Lebih jauh Yudhi menjelaskan bahwa pengakuan tersangka uang palsu ini sempat ditawarkan kepada salah satu calon Pilkada di Kabupaten Barru dan Partai Politik.

Baca Juga:  Bejat, Lelaki di Bone Setubuhi Anak Kandungnya Hingga Hamil

Namun karena diketahui kalau itu adalah uang palsu, sehingga calon dan partai politik ini menolak penawaran tersebut. Para tersangka juga mengakui telah mencetak uang sebanyak ratusan juta rupiah.

“Tersangka ini mengajukan proposal kepada calon dan partai politik untuk pendanaan pilkada, rencananya dana ini akan disebarkan ke masyarakat untuk memilih yang bersangkutan, tapi untungnya tidak jadi karena tidak ada calon dan partai yang mau,” Tambahnya

Karena tidak jadi digunakan untuk pendanaan pilkada, tersangka kemudian memperjualbelikan uang palsu ini ke masyarakat, mereka mengedarkan ke masyarakat dengan perbandingan 2 uang palse dibayar dengan 1 uang asli.

Berikut nama-nama dan peran para tersangka yang berhasil diamankan Polda Sulsel :

1. DR. Andi Ibrahim (54 tahun), dosen dan kepala perpustakaan UIN Alauddin Makassar, berperan melakukan pengedaran dan transaksi jual-beli uang palsu;

Baca Juga:  Wagub Sul-Sel, Gelar Safari Ramadhan di Bone

2. Mubin Nasir (40 tahun), honorer UIN Alauddin Makassar, berperan melakukan pengedaran dan transaksi jual-beli uang palsu;

3. Kamarang Dg Ngati (48 tahun), berperan melakukan pengedaran dan transaksi jual-beli uang palsu,

4. Irfandy (37 tahun), karyawan bank BUMN, berperan membantu mengedarkan dan transaksi uang palsu;

5. Muhammad Syahruna (52 tahun), wiraswasta, berperan memproduksi, mencari bahan baku produksi hingga transaksi jual-beli uang palsu

6. John Biliater Panjaitan (68 tahun) wiraswasta, melakukan transaksi jual-beli uang palsu

7. Sattariah (60 tahun) IRT, melakukan pengedaran dan transaksi jual beli-uang palsu;

8. Dra. Sukmawati (55 tahun), ASN guru, berperan melakukan pengedaran dan transaksi jual beli uang palsu

9. Andi Khaeruddin (50 tahun), pegawai bank, melakukan pengedaran hingga transaksi jual-beli uang palsu;

Baca Juga:  DIMANA Dewan Kesenian Bone?

10. Ilham (42 tahun), wiraswasta, berperan melakukan pengedaran dan transaksi jual-beli uang palsu;

11. Drs. Suardi Mappaebang (58 tahun), ASN Pemprov Sulbar, berperan untuk mengedarkan dan transaksi jual-beli uang palsu;

12. Mas’ud (37 tahun), wiraswata, berperan melakukan pengedaran dan transaksi jual-beli uang palsu;

13. Satriyadi (52 tahun), ASN Pemprov Sulbar, berperan melakukan pengedaran dan transaksi jual-beli uang palsu;

14. Sri Wahyudi (35 tahun), wiraswasta, berperan melakukan pengedaran dan transaksi jual-beli uang palsu;

15. Muhammad Manggabarani (40 tahun), ASN di Sulbar, berperan melakukan pengedaran dan transaksi jual-beli uang palsu;

16. Ambo Ala (42 tahun), wiraswasta, berperan melakukan pengedaran dan transaksi jual-beli uang palsu;

17. Rahman (49 tahun), wiraswasta berperan melakukan pengedaran dan transaksi jual-beli uang palsu;, (*)

 

Berita Terkait

Rakor Pertumbuhan Ekonomi se-Sulawesi, Bima Arya Tekankan Penguatan Potensi Daerah
Jufri Rahman: Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Perlu Diperkuat Lewat Kolaborasi Antarwilayah
Menteri Ara Beri Tambahan 25 Ribu Rumah Subsidi untuk Sulsel, Apresiasi Komunikasi Gubernur Andi Sudirman
Membanggakan! Dandim Bone Terima Piagam Kasad, Jurnalis TV One Juara Satu Media Elektronik
RSUD Labuang Baji Berikan Layanan Katarak Gratis, dari Operasi hingga Pascoperasi
Program MYP Irigasi Pemprov Sulsel Topang Swasembada Pangan
Progres Signifikan Enam Paket Program MYP Pemprov Sulsel di Sejumlah Ruas Jalan
Niat Menegur karena Anak Terganggu, Pemuda di Bone Malah Dikeroyok di Depan Rumah

Berita Terkait

Jumat, 18 September 2026 - 23:51 WITA

Rakor Pertumbuhan Ekonomi se-Sulawesi, Bima Arya Tekankan Penguatan Potensi Daerah

Jumat, 18 September 2026 - 21:47 WITA

Jufri Rahman: Pertumbuhan Ekonomi Sulawesi Perlu Diperkuat Lewat Kolaborasi Antarwilayah

Jumat, 18 September 2026 - 19:44 WITA

Menteri Ara Beri Tambahan 25 Ribu Rumah Subsidi untuk Sulsel, Apresiasi Komunikasi Gubernur Andi Sudirman

Rabu, 16 September 2026 - 22:55 WITA

RSUD Labuang Baji Berikan Layanan Katarak Gratis, dari Operasi hingga Pascoperasi

Rabu, 16 September 2026 - 15:53 WITA

Program MYP Irigasi Pemprov Sulsel Topang Swasembada Pangan

Berita Terbaru