Perselisihan Hasil Panen Berujung Maut, Petani Bone Tewas Dibacok

- Jurnalis

Rabu, 20 Agustus 2025 - 20:44 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para pelaku saat diamankan di Polsek Ajangale, Selasa, 19 Agustus 2025

Para pelaku saat diamankan di Polsek Ajangale, Selasa, 19 Agustus 2025

BONE,BONEKU.COM,- Akibat rebutan hasil panen jagung, Seorang petani di Kabupaten Bone tewas dianiaya secara bersama-sama oleh kerabatnya sendiri, pada Selasa 19/8/2025 kemarin.

Korban diketahui bernama Saide (68) warga asal Dusun Maccading Desa Leppangeng Kecamatan Ajangale Kabupaten Bone, Sementara terduga pelaku diketahui berinisial AA, AK dan AJ.

Kasi Humas Polres Bone Iptu Rayendra Muchtar yang dikonfirmasi membenarkan perihal tersebut dia mengatakan bahwa korban meninggal dunia setelah mendapat beberapa sabetan akibat benda tajam.

“Usai kejadian korban sempat dilarikan ke Puskesmas terdekat namun sayangnya nyawanya tidak tertolong,” Ungkap Iptu Rayendra, Rabu, 20/8/2029

Baca Juga:  Dihampiri Komunitas Difabel Jadi Spirit Baru Andi Rio-Amir

Lanjut Rayendra menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan saksi, Peristiwa itu bermula saat salah satu terduga pelaku berinisial AA (20) sedang memuat jagung bersama lelaki bernama Supriadi.

Namun secara tiba-tiba istri korban bernama Sahida menegur AA terkait hasil panen, Pada saat itu AA dan isteri korban terlibat cekcok mulut yang mengundang rekan AA yakni AK dan AJ datang, setelah itu istri korban memanggil suaminya.

Baca Juga:  Polres Bone Gagalkan Peredaran Narkoba Seharga Rp. 420 Juta

“Pada saat korban datang dia membawa parang, kemudian mereka sempat cekcok yang berujung perkelahian 3 lawan 1, AA kemudian memarangi korban hingga tangannya terputus sementara 2 pelaku lainnya ikut memukul korban,” Tambah Alvin

Usai melakukan aksinya para pelaku meninggalkan lokasi kejadian, tidak berselang lama pelaku AA menyerahkan diri ke Polsek Ajangale, selanjutnya pihak kepolisian menjemput 2 pelaku lainnya termasuk Supriadi rekan AA yang sebelumnya berboncengan dengan pelaku.

“Dari hasil interogasi pelaku, AA mengakui perbuatannya telah memarangi korban hingga tangannya putus, sementara pelaku lainnya yakni AK dan AJ ikut memukul korban, dan Supriadi mengaku tidak ikut terlibat namun mencoba melerai perkelahian itu,” Jelas Rayendra

Baca Juga:  2 Warga Bone Ditemukan Tewas di Sawah Usai Disambar Petir

Sekedar diketahui pelaku dan korban masih memiliki hubungan keluarga, sementara penyebab terjadinya penganiayaan atau pembunuhan tersebut disebabkan oleh persoalan hasil panen, yang mana korban masih mengklaim kalau tanah tersebut masih milik orang tua korba.

Ketiga pelaku saat ini sudah diamankan untuk dilakukan proses hukum lebih lanjut. (*)

Berita Terkait

BAZNAS Bone Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Warga Kurang Mampu
Siswa Latja Diktuba Polri di Bone Ditekankan Disiplin dan Etika Selama Pelatihan
Pemkab Bone Peringati Hari Otonomi Daerah, Wabup: Otonomi Harus Berdampak Nyata
Dari Sawah ke Pasar, Modus Pencurian Sapi di Bone Berakhir di Tangan Polisi
Harlah ke-2 ASATU, Pemuda Bone Siap Kawal Perubahan dan Perkuat Soliditas Organisasi
SMP Athirah Bone Borong Juara di Lomba Debat SMANSA Competition Vol IV
ART di Bone Diamankan Polsek Tanete Riattang, Diduga Curi Uang Majikan hingga Rp15 Juta
Guru Pesantren di Bengo Tikam Remaja, Dipicu Aksi Pengeroyokan Santri

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 18:43 WITA

BAZNAS Bone Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Warga Kurang Mampu

Senin, 27 April 2026 - 12:23 WITA

Siswa Latja Diktuba Polri di Bone Ditekankan Disiplin dan Etika Selama Pelatihan

Minggu, 26 April 2026 - 20:20 WITA

Dari Sawah ke Pasar, Modus Pencurian Sapi di Bone Berakhir di Tangan Polisi

Minggu, 26 April 2026 - 20:07 WITA

Harlah ke-2 ASATU, Pemuda Bone Siap Kawal Perubahan dan Perkuat Soliditas Organisasi

Minggu, 26 April 2026 - 19:47 WITA

SMP Athirah Bone Borong Juara di Lomba Debat SMANSA Competition Vol IV

Berita Terbaru