Kasus Pengadaan Makanan Taruna KP Bone Naik Penyidikan, 41 Saksi Diperiksa

- Jurnalis

Jumat, 2 Januari 2026 - 00:23 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BONE.BONEKU.COM,–  Kepolisian Resor (Polres) Bone tengah mengusut dugaan tindak pidana korupsi pada pengadaan bahan makanan taruna di Politeknik Kelautan dan Perikanan (KP) Bone, Sulawesi Selatan, Tahun Anggaran 2023. Kasus ini diduga menyebabkan kerugian keuangan negara hingga miliaran rupiah.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Bone, AKP Alvin Aji Kurniawan, mengungkapkan bahwa penyelidikan perkara tersebut telah resmi naik ke tahap penyidikan. Hingga kini, penyidik telah memeriksa sedikitnya 41 orang saksi.

“Total saksi yang sudah kami periksa sebanyak 41 orang. Kasus ini sudah masuk tahap penyidikan dan saat ini kami masih menunggu hasil audit resmi penghitungan kerugian negara dari BPK RI,” ujar AKP Alvin, Rabu (31/12/2025).

Baca Juga:  Kominfo Bone Sambut Rombongan PPU, Bahas Penguatan Infrastruktur Digital

Berdasarkan hasil audit sementara, penyidik menemukan indikasi kerugian negara mencapai Rp 1.390.737.750. Dugaan korupsi tersebut mencakup dua tahap pengadaan bahan makanan, yakni periode Januari–Agustus 2023 dan September–Desember 2023.

AKP Alvin menjelaskan, penanganan perkara ini bermula dari tahap penyelidikan yang dilakukan sejak 21 Maret 2024, sebelum akhirnya ditingkatkan ke tahap penyidikan pada 11 Oktober 2024.

“Kasus ini berawal dari alokasi anggaran APBN yang diterima Politeknik KP Bone melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan sebesar Rp 5,7 miliar pada tahun 2023,” jelasnya.

Dari total anggaran tersebut, Unit Kerja Pengadaan Barang/Jasa (UKPBJ) KKP Politeknik KP Bone membuka tender pengadaan bahan makanan taruna tahap pertama dengan pagu anggaran Rp 3,95 miliar.

Baca Juga:  Satu Kampung Warga Bone Jadi Korban Penipuan Oleh Seorang IRT, Nilainya Mencapai Miliaran Rupiah

“Dalam proses tender, terdapat sepuluh perusahaan yang membuka dokumen lelang. Namun, hanya satu perusahaan, yakni CV Hamid Mitra Mandiri, yang mengajukan penawaran dengan nilai Rp 3,63 miliar,” ungkap Alvin.

Karena tidak ada penawaran lain, CV Hamid Mitra Mandiri kemudian ditetapkan sebagai pemenang tender sebagaimana tertuang dalam Surat Penunjukan Penyedia Barang dan Jasa tertanggal 2 Januari 2023.

Pada tahap kedua, tender kembali dibuka dengan pagu anggaran Rp 1,74 miliar untuk pengadaan periode September–Desember 2023. Dari 24 perusahaan yang mendaftar, hanya tiga perusahaan yang mengajukan penawaran.

“CV Hamid Mitra Mandiri kembali ditetapkan sebagai pemenang, meskipun penawarannya bukan yang terendah,” tambahnya.

Baca Juga:  Yasir Mahmud Pastikan Semua Saksi Kawal Suaranya Semua TPS di Bone

Polisi menduga adanya kesepakatan pembagian komitmen antara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan pihak penyedia barang. Dugaan tersebut diperkuat dengan adanya aliran dana ke rekening pribadi PPK.

Tak hanya itu, dalam pelaksanaan kontrak, penyedia diduga tidak memenuhi kewajiban menyediakan bahan makanan sesuai spesifikasi dan volume yang tercantum dalam kontrak. Pihak kampus disebut tidak menerima rekapitulasi barang yang dikirim, sementara PPK juga diduga tidak melakukan pemeriksaan kualitas dan kuantitas bahan makanan.

“Penyidik masih terus mendalami perkara ini, termasuk menelusuri aliran dana dan peran masing-masing pihak, sambil menunggu hasil audit resmi dari BPK RI yang akan menjadi dasar penentuan langkah hukum selanjutnya,” pungkas AKP Alvin. (*)

Berita Terkait

Diduga Aniaya Perempuan 16 Tahun, Pria di Bone Diamankan Opsnal Polsek Tanete Riattang
Belum Genap 24 Jam, Polsek Tanete Riattang Amankan Empat Terduga Pelaku Pengeroyokan
Benda Diduga Granat Nanas Terkubur di Tanah Ditemukan Bocah 11 Tahun Saat Bermain
Bayi Meninggal dalam Kandungan di Bone, Dokter RSUD Tenriawaru Bantah Ada Keterlambatan
Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Libureng Bone
Petani Cinennung Tak Perlu Lagi Bertaruh Melintasi Sungai, Kodim Bone Bangun Jembatan Beton
Nenek Gendong Jenazah Cucu Sambil Menangis, Penanganan Medis RSUD Tenriawaru Dipertanyakan
Harumkan Nama MAN 3 Bone, Amelia Raih Juara III di BerAmal Fest 2026

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 00:10 WITA

Diduga Aniaya Perempuan 16 Tahun, Pria di Bone Diamankan Opsnal Polsek Tanete Riattang

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 23:50 WITA

Belum Genap 24 Jam, Polsek Tanete Riattang Amankan Empat Terduga Pelaku Pengeroyokan

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 15:42 WITA

Benda Diduga Granat Nanas Terkubur di Tanah Ditemukan Bocah 11 Tahun Saat Bermain

Jumat, 16 Oktober 2026 - 15:39 WITA

Bayi Meninggal dalam Kandungan di Bone, Dokter RSUD Tenriawaru Bantah Ada Keterlambatan

Jumat, 16 Oktober 2026 - 11:58 WITA

Perempuan Ditemukan Meninggal di Rumahnya di Libureng Bone

Berita Terbaru