OMC Pangkas Risiko Cuaca hingga 30 Persen, Evakuasi Korban ATR 42-500 Diupayakan Lewat Helikopter

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 13:59 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MAKASSAR.BONEKU.COM,-  Proses evakuasi korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, kini dapat dilakukan lebih optimal seiring membaiknya kondisi cuaca di lokasi pencarian.

Perbaikan cuaca tersebut merupakan hasil pelaksanaan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) yang dilakukan BMKG Makassar bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Langkah ini membuka peluang penggunaan helikopter dalam proses evakuasi, seperti yang telah berhasil dilakukan pada evakuasi korban sebelumnya.

Kepala Basarnas, Marsekal Madya TNI (Purn) Mohammad Syafii, menegaskan bahwa OMC memiliki dampak signifikan terhadap kelancaran operasi SAR, baik dalam evakuasi korban maupun pengangkutan puing pesawat. Cuaca ekstrem berupa hujan dan kabut tebal sebelumnya menjadi kendala utama, terutama bagi operasi udara.

“Alhamdulillah, operasi modifikasi cuaca sangat berpengaruh. Ini membantu kita mengurangi sekitar 30 persen dari prediksi kondisi cuaca, sehingga helikopter bisa diterbangkan untuk evakuasi,” ujar Syafii di Kantor SAR Kelas A Makassar, Kamis (22/1/2026).

Baca Juga:  Makassar Siap Jadi Tuan Rumah HUT ke-46 Dekranas, 300 Stand UMKM Meriahkan Pameran Nasional

Dengan kondisi cuaca yang lebih bersahabat, helikopter kini mampu menjangkau lokasi pencarian yang berada di medan terjal dan sulit diakses melalui jalur darat. Syafii berharap situasi ini juga dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh tim SAR darat.

“Mudah-mudahan tim SAR darat juga bisa melaksanakan operasi dengan lebih optimal,” tambahnya.

Pada Kamis (22/1/2026), tim SAR gabungan kembali menemukan enam paket jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di lokasi pencarian. Seluruh jenazah tersebut direncanakan dievakuasi menggunakan helikopter dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Makassar untuk proses identifikasi oleh Tim Disaster Victim Identification (DVI) Mabes Polri dan Polda Sulawesi Selatan.

Syafii menyampaikan, jika kondisi cuaca tetap mendukung, evakuasi udara akan kembali dilakukan menggunakan helikopter Basarnas pada Jumat (23/1/2026). Namun, apabila cuaca kembali memburuk, evakuasi darat tetap menjadi opsi utama sebagaimana yang dilakukan pada tahap sebelumnya.

Baca Juga:  Direktur Paskibraka BPIP: Seleksi Paskibraka Sulsel Berjalan Objektif dan Sesuai Mekanisme

“Kalau cuaca mendukung, evakuasi dilakukan melalui udara. Tetapi jika tidak memungkinkan, kita lakukan evakuasi lewat jalur darat,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Selatan, Amson Padolo, mengungkapkan bahwa pelaksanaan OMC merupakan instruksi langsung Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, setelah melihat langsung beratnya tantangan evakuasi di lapangan.

“Pak Gubernur bersama Pak Menteri Perhubungan sebelumnya turun langsung ke Posko Aju dan melihat kendala evakuasi akibat cuaca ekstrem serta medan yang sangat terjal,” kata Amson.

Berdasarkan kondisi tersebut, Gubernur Sulsel kemudian menginstruksikan pelaksanaan operasi modifikasi cuaca sebagai langkah strategis untuk mendukung percepatan pencarian dan evakuasi korban. Keputusan itu dinilai tepat karena dampaknya langsung dirasakan oleh tim SAR gabungan di lapangan.

Baca Juga:  Gubernur Sulsel Ajak Masyarakat Dukung Pembangunan Jalan, Jangan Lakukan Aksi Yang Menghambat

Amson menjelaskan, operasi modifikasi cuaca dilaksanakan oleh BMKG dengan dukungan TNI Angkatan Udara sejak Selasa (20/1/2026). Setiap sortie dilakukan dengan menyemai sekitar 1.000 kilogram atau satu ton bahan berupa kalsium oksida (CaO) menggunakan pesawat Cessna.

“Kita bersyukur OMC yang dilaksanakan BMKG bersama Pemprov Sulsel memberikan hasil signifikan dalam mengurangi intensitas hujan dan mengurai kabut di lokasi pencarian, sehingga sangat membantu pergerakan tim SAR gabungan,” ujarnya.

Sebelumnya, tim DVI Mabes Polri dan Polda Sulsel telah berhasil mengidentifikasi dua jenazah korban kecelakaan, masing-masing atas nama Florensia Lolita Wibisono, pramugari pesawat, serta Deden Maulana, pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Keduanya telah diserahkan kepada pihak keluarga pada Rabu (21/1/2026) untuk dimakamkan. (*)

Penulis : Heri

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

Ribuan Warga Padati Jalan Sehat Anti Mager, Gubernur Sulsel dan Kepala OJK Kampanyekan Keuangan Syariah
Bunda PAUD Sulsel Perkuat Kompetensi Guru, Transisi PAUD ke SD Harus Menyenangkan
Ketua ASATU Riswan Rusandy Desak Polda Sulsel Usut Tuntas Penikaman Dua Mahasiswa Bone di Makassar
Dikeluhkan Warga, Jalan Rusak di Samping Tol Sutami Segera Diperbaiki
Gubernur Sulsel Apresiasi Prabowo dan Mensos, Sekolah Rakyat Disebut Buka Jalan Generasi Emas 2045
Pemprov Sulsel Dorong Kerukunan Umat Beragama melalui Musda III Permabudhi
Sulsel Perkuat Peran Simpul Distribusi Pangan untuk Kawasan Sulampua
Terima TPAKD Award 2026, Gubernur Sulsel Dukung Arahan Presiden Prabowo untuk Perluasan Akses Keuangan

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 22:23 WITA

Ribuan Warga Padati Jalan Sehat Anti Mager, Gubernur Sulsel dan Kepala OJK Kampanyekan Keuangan Syariah

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 23:20 WITA

Bunda PAUD Sulsel Perkuat Kompetensi Guru, Transisi PAUD ke SD Harus Menyenangkan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 21:48 WITA

Ketua ASATU Riswan Rusandy Desak Polda Sulsel Usut Tuntas Penikaman Dua Mahasiswa Bone di Makassar

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WITA

Dikeluhkan Warga, Jalan Rusak di Samping Tol Sutami Segera Diperbaiki

Kamis, 29 Oktober 2026 - 08:37 WITA

Gubernur Sulsel Apresiasi Prabowo dan Mensos, Sekolah Rakyat Disebut Buka Jalan Generasi Emas 2045

Berita Terbaru