MAKASSAR.BONEKU.COM, – Wakil Bupati Bone, Dr. H. Andi Akmal Pasluddin, S.Sos., M.M., menjadi narasumber pada Workshop Konsultasi dan Penguatan Tata Kelola untuk Mendukung Efektivitas Pembangunan Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) di Sulawesi Selatan yang digelar di Hotel Arthama Makassar, Kamis (18/6/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan bekerja sama dengan Yayasan Romang Celebes (YRC) Indonesia melalui dukungan Tropical Forest and Coral Reef Conservation Act (TFCCA) tersebut membahas penguatan tata kelola dan partisipasi masyarakat dalam mendukung percepatan penetapan Calon Kawasan Konservasi Perairan Daerah (KKPD) Teluk Bone.
Turut mendampingi Wakil Bupati Bone dalam kegiatan itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bone, Andi Yulianto, S.E., M.Si.
Direktur YRC Indonesia, Awaluddin, S.Pi., M.Si., menegaskan komitmen lembaganya dalam mendukung proses penetapan kawasan konservasi perairan di Teluk Bone.
“Melalui program ini kami hadir di Bone karena daerah ini sedang berada pada tahapan penetapan kawasan konservasi perairan daerah Teluk Bone. Kami ingin mendukung agar proses penetapannya dapat berjalan lebih cepat,” ujarnya.
Ia berharap KKPD Teluk Bone nantinya dapat berkembang menjadi Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) yang mampu mengelola potensi sumber daya pesisir dan laut secara profesional dan berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Selatan, Dr. M. Ilyas, S.T., M.Sc., menilai kehadiran Wakil Bupati Bone menjadi bentuk dukungan nyata Pemerintah Kabupaten Bone terhadap upaya pengembangan kawasan konservasi perairan di Sulawesi Selatan.
Menurutnya, penetapan kawasan konservasi merupakan amanat Peraturan Daerah Sulawesi Selatan Nomor 3 Tahun 2022 yang membutuhkan sinergi berbagai pihak, mulai dari pemerintah, masyarakat, akademisi hingga lembaga pendamping.
Ia menjelaskan, Teluk Bone menjadi salah satu kawasan prioritas konservasi karena memiliki karakteristik perairan yang relatif tertutup dan menghadapi berbagai aktivitas pemanfaatan yang berpotensi menimbulkan tekanan terhadap ekosistem laut.
“Jika tidak mendapat perhatian yang lebih besar, dampak kerusakan lingkungan dapat terjadi lebih cepat. Karena itu, konservasi menjadi langkah strategis untuk menjaga keberlanjutan sumber daya perairan Teluk Bone,” jelasnya.
M. Ilyas juga menegaskan bahwa kawasan konservasi bukan bertujuan membatasi aktivitas nelayan, melainkan memastikan sumber daya perikanan tetap lestari sehingga dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan oleh generasi mendatang.
Dalam workshop tersebut, Wakil Bupati Bone membawakan materi bertajuk “Prospek dan Arah Kebijakan Pembangunan Kawasan Pesisir dalam Mendukung Calon Kawasan Konservasi Perairan di Teluk Bone.”
Andi Akmal Pasluddin menyampaikan apresiasi atas ditetapkannya Teluk Bone sebagai calon kawasan konservasi perairan daerah. Menurutnya, langkah tersebut sangat penting dalam menjaga kelestarian ekosistem pesisir dan laut sekaligus mendukung pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Bone.
“Pemerintah Kabupaten Bone menyambut baik upaya ini karena konservasi merupakan bagian penting dalam menjaga keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan yang menjadi penopang kehidupan masyarakat pesisir,” kata Andi Akmal.
Mantan Anggota Komisi IV DPR RI itu menambahkan bahwa pengelolaan kawasan konservasi harus dilakukan secara kolaboratif dengan melibatkan masyarakat pesisir sebagai aktor utama dalam menjaga sekaligus memanfaatkan sumber daya laut secara berkelanjutan.
Melalui workshop tersebut, diharapkan terbangun sinergi yang semakin kuat antara pemerintah, masyarakat, akademisi, dan organisasi pendamping guna mempercepat penetapan serta meningkatkan efektivitas pengelolaan KKPD Teluk Bone demi kelestarian lingkungan dan kesejahteraan masyarakat pesisir. (*)










