Drama Rp550 Juta di Balik Seleksi TNI: Pengakuan, Bantahan, dan Korban yang Terluka

- Jurnalis

Minggu, 1 Februari 2026 - 16:34 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Ilustrasi AI

Foto : Ilustrasi AI

BONE.BONEKU.COM,– Kasus dugaan penipuan janji kelulusan seleksi Bintara TNI AD (Secaba) yang merugikan pemuda asal Kabupaten Bone, Rahmat Danil, senilai ratusan juta rupiah, kini kian melebar dan berliku. Setelah menyeret nama oknum anggota TNI berpangkat Serka, perkara ini kembali memunculkan figur baru dalam pusaran aliran dana Tri Lasmiati.

Tri Lasmiati, yang sebelumnya disebut oleh Serka Muhammad Nasir sebagai pihak penerima aliran dana, akhirnya angkat bicara. Ia membenarkan adanya keterlibatan dirinya dalam alur uang, namun secara tegas menolak jika seluruh tanggung jawab dibebankan kepadanya.

“Saya tidak kenal Serka Muh Nasir secara pribadi. Saya juga bukan calo dan tidak pernah mengurus orang masuk TNI. Saya hanya kebetulan punya keluarga di lingkungan militer dan Polri,” ujar Tri kepada wartawan.

Tri memaparkan, keterlibatannya bermula dari permintaan tolong yang disampaikan melalui seorang bernama Amos, yang datang ditemani Moa dari Kodam. Saat itu, di rumah Tri juga hadir Bagio, sepupunya yang disebut baru pensiun dari Mahkamah Militer, serta seorang pria bernama dr Satah.

Baca Juga:  Hendak Ambil Rumput, Warga Kahu Temukan Bayi Laki-Laki di Kebun Warga

“Waktu itu Pak Amos datang minta tolong. Kebetulan di rumah ada Pak Bagio dan dr Satah. Nah, dr Satah ini yang mengaku bisa bantu urus, karena Rahmat Danil katanya sudah jatuh di Pantaukhir,” ungkap Tri.

Dari titik inilah, menurut Tri, rantai peristiwa dan aliran dana mulai bergerak.

Tri mengakui bahwa Serka Muh Nasir mentransfer uang sebesar Rp450 juta ke rekeningnya, dengan alasan biaya pengurusan kelulusan. Namun ia bersikeras bahwa uang tersebut tidak dikelola atau dinikmati olehnya.

“Uang itu saya serahkan ke dr Satah,” katanya, Minggu (1/2/2026).

Selain dana tersebut, Tri juga mengakui menerima tambahan Rp12 juta, yang disebut sebagai biaya operasional.

Baca Juga:  3 Rumah Semi Permanen di Desa Mallari Hangus Terbakar

“Belakangannya saya minta Rp12 juta untuk biaya operasional, antar-antar Rahmat Danil dan lain-lain,” ujarnya.

Tri menegaskan bahwa uang yang benar-benar ia terima untuk dirinya sendiri hanya Rp12 juta, dan mengaku tidak mengetahui secara pasti adanya kerugian total Rp550 juta sebagaimana yang dialami korban.

“Yang ditransfer ke saya total Rp462 juta. Itu pun Rp450 jutanya saya serahkan ke dr Satah,” tegasnya.

Tri juga mengungkapkan bahwa dr Satah saat ini tengah menjalani hukuman penjara akibat perkara lain yang tidak berkaitan langsung dengan kasus Rahmat Danil. Meski demikian, ia mengklaim masih berupaya meminimalisir kerugian korban.

“Saya masih berusaha minta kembali uang itu lewat istri dr Satah, yang kebetulan dosen di salah satu universitas di Makassar,” katanya.

Baca Juga:  Warga Lapri Dihebohkan Penemuan Mayat di Dekat Sumur

Namun hingga kini, uang ratusan juta rupiah itu belum juga kembali ke tangan korban.

Kasus ini semakin menyingkap kompleksitas dugaan praktik percaloan seleksi militer, yang melibatkan banyak nama, lintas status—sipil hingga aparat—dan diwarnai saling lempar tanggung jawab.

Sementara itu, Rahmat Danil masih berada di titik paling lemah dalam pusaran perkara ini. Uang yang dikumpulkan dengan susah payah, termasuk melalui pinjaman bank, belum juga kembali. Mimpi menjadi prajurit TNI telah hancur, dan beban ekonomi terus menghantui keluarganya.

Putusan Pengadilan Militer yang menjatuhkan hukuman sembilan bulan penjara kepada Serka Muhammad Nasir hingga kini belum menjawab satu persoalan utama: pemulihan hak korban.

Di tengah pengakuan setengah-setengah dan tanggung jawab yang saling dipantulkan, keadilan bagi Rahmat Danil masih menggantung di udara. (*)

Penulis : Heri

Editor : Admin Redaksi

Berita Terkait

IRT di Bone Diduga Diancam Airsoftgun, Polisi Lakukan Penyelidikan
BAZNAS Bone Terima Zakat Fitrah dari 1.009 Personel Polres Bone
AMAL SQUAD Bagikan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Bone Jelang Idul Fitri
BAZNAS Bone Bersama Bupati Bone Salurkan Bantuan kepada Penyandang Disabilitas di Aula Masjid Agung
Komunitas Pro Street Bone Tunjukkan Kepedulian, Bagikan Takjil untuk Petugas Damkar di Sejumlah Posko
Berbagi Berkah Ramadan, Polsek Cina Polres Bone Tebar Takjil Gratis untuk Pengguna Jalan
Program Infrastruktur Jalan MYP Dikebut, Gubernur Sulsel Beberkan Progres di Sejumlah Daerah
Hangatkan Ramadan, Bupati Bone Hadiri Buka Puasa Bersama di Desa Pattiro Riolo

Berita Terkait

Rabu, 18 Maret 2026 - 04:02 WITA

IRT di Bone Diduga Diancam Airsoftgun, Polisi Lakukan Penyelidikan

Selasa, 17 Maret 2026 - 15:56 WITA

BAZNAS Bone Terima Zakat Fitrah dari 1.009 Personel Polres Bone

Senin, 16 Maret 2026 - 19:33 WITA

AMAL SQUAD Bagikan Ratusan Paket Sembako untuk Warga Bone Jelang Idul Fitri

Sabtu, 14 Maret 2026 - 22:02 WITA

BAZNAS Bone Bersama Bupati Bone Salurkan Bantuan kepada Penyandang Disabilitas di Aula Masjid Agung

Sabtu, 14 Maret 2026 - 21:59 WITA

Komunitas Pro Street Bone Tunjukkan Kepedulian, Bagikan Takjil untuk Petugas Damkar di Sejumlah Posko

Berita Terbaru