BONE.BONEKU.COM,– Menanggapi ancaman pelaporan hukum terkait pencatutan nama pejabat, pihak managemen Event Organizer (EO) Lapatau Runners akhirnya buka suara. Pihak EO justru menuding balik pihak pemerintah sebagai pemicu utama kekacauan yang terjadi pada acara Bone Fun Run 2026 yang sebelumnya direncanakan akan dijadwalkan pada 26 April 2006 mendatang.
Dalam pernyataan resminya, Ketua Panitia, Ira mengakui bahwa pihaknya mencantumkan nama pejabat tertentu (Kepala BKPSDM, Edy Saputra Syam) tanpa izin tertulis terakhir, namun hal itu disebut sebagai langkah darurat.
“Langkah ini kami ambil karena pihak pemerintah, yang sejak awal berkomitmen sebagai powered atau pendukung utama kegiatan, justru tidak menjalankan kewajibannya saat persiapan teknis mengalami kendala,” ujar Ira saat Konpres di Salah satu Cafe dibilangan kota Watampone, Minggu, (12/04/2026).
Menurutnya, pemerintah seharusnya ikut bertanggung jawab penuh atas kelangsungan acara sesuai kesepakatan awal. Namun, saat acara terancam batal karena masalah pendanaan, pihak pemerintah dianggap “lepas tangan”, bahkan sebaliknya ada pernyataan akan melaporkan EO terkait dengan pencatutan nama pejabat di flyer.
“Kami merasa ditinggalkan sendirian menghadapi peserta. Pencantuman nama pejabat tersebut atas kesepakatan kami selaku EO karena sudah tidak menemui jalan komunikasinya ini ke siapa, sehingga dicantumkanlah nomor Pak Edy yang sebelumnya ditunjuk Bupati sebagai jalur koordinasi untuk event ini,” jelas Ira yang didampingi beberapa anggota dari Lapatau Runners.
” Upaya tersebut kami lakukan agar pemerintah mau turun tangan dan tidak lari dari tanggung jawabnya sebagai mitra utama. Kami ingin mereka sadar bahwa nama baik mereka juga dipertaruhkan di sini,” tegasnya.
Pihak EO menyayangkan sikap pemerintah dalam hal ini Edy Saputra Syam yang secara pribadi justru memilih jalur hukum daripada menyelesaikan kewajiban yang tertunda. Mereka mengklaim memiliki bukti komunikasi di mana pihak pemerintah menyatakan dukungan penuh sebelum akhirnya menghilang saat krisis terjadi.
” Mengapa kami justru mau dilaporkan, padahal kami hanya ingin pihak pemerintah duduk bersama untuk mencari solusi, Disini kami mengalami kerugian material dan immaterial akibat kegagalan pemerintah memenuhi janji mereka sebagai penyokong acara ini,” keluhnya. (*)
Penulis : Achyl
Editor : Admin Redaksi











