BONE,BONEKU.COM–Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (TPHP) Kabupaten Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., MM, menyerahkan bantuan bencana alam berupa sarana produksi pertanian dari Kementerian Pertanian RI.

Bantuan ini diserahkan untuk upaya akselerasi peningkatan produksi pangan di Kabupaten Bone, bertempat di Desa Ajjalireng Kecamatan Tellu Siattinge Kabupaten Bone, Rabu, 29 Mei 2024.

Penyaluran bantuan bencana alam ini meliputi pupuk phonska plus 25 Kg non-subsidi dan bibit benih padi yang diserahkan secara cuma-cuma oleh Kementerian Pertanian RI. Acara penyerahan bantuan ini dihadiri oleh beberapa tokoh penting, termasuk Direktur Polbangtan Gowa Detia, Produsen Pupuk Indonesia Andika, dan Ketua KTA Sulsel Muh. Yunus.

Baca Juga:  BREAKING NEWS : Seorang Penumpang Kapal Ferry Dilaporkan Terjatuh di Laut

Ada tiga kecamatan yang menerima bantuan pupuk phonska dari Kementerian Pertanian, yaitu Kecamatan Dua Boccoe, Ajangale, dan Cenrana. Khusus untuk Kecamatan Cenrana, selain pupuk, juga menerima bantuan bibit benih padi karena wilayah ini terdampak banjir.

H. Andi Asman Sulaiman menjelaskan bahwa bantuan pupuk dan bibit benih dari Kementerian Pertanian RI merupakan bentuk kepedulian Menteri Pertanian terhadap tiga kecamatan yang terdampak bencana. “Dengan adanya pupuk ini, petani tidak perlu lagi khawatir terkait kelangkaan pupuk. Apa yang diresahkan kini sudah terjawab,” tegasnya.

Ia juga menegaskan bahwa pihaknya tidak akan segan-segan memberikan sanksi bagi perusahaan pupuk yang berani memainkan harga pupuk bersubsidi yang disalurkan pemerintah. “Saat ini sudah ada dua distributor pupuk yang diberikan sanksi oleh Kementerian Pertanian karena berani memainkan harga pupuk di tingkat petani. Maka dari itu, jika ada pengecer pupuk yang main-main, kita akan cabut izinnya,” ujarnya.

Baca Juga:  Pemkab Bone Siapkan Rp. 49 Miliar Untuk THR ASN

Bantuan yang disalurkan oleh Kementerian Pertanian hari ini merupakan bantuan reguler, namun nantinya juga akan ada bantuan operasi lahan, pompanisasi, dan benih padi. Khusus untuk bantuan reguler yang saat ini disalurkan, utamanya pupuk phonska, diperuntukkan bagi tiga kecamatan yang terdampak banjir. Total bantuan yang disalurkan adalah 53 ton pupuk untuk 1.800 hektar sawah. Bantuan ini berupa pupuk non-subsidi 25 Kg dengan nilai Rp300 ribu per zak, sehingga total bantuan pupuk yang disalurkan mencapai Rp636 juta.

Baca Juga:  Tingkatkan Kinerja Penyuluh Pertanian, Kadis Asman Salurkan 50 Kendaraan Roda Dua

Selain pupuk non-subsidi, ada juga bantuan bibit benih reguler untuk Kecamatan Cenrana yang terdampak banjir. Bantuan benih padi reguler ini mencakup 1.000 hektar, sementara Kecamatan Dua Boccoe dan Ajangale juga akan diberikan bantuan bibit benih melalui program bantuan Optimalisasi Lahan Rawa.

Dengan adanya bantuan ini, diharapkan produksi pangan di Kabupaten Bone dapat terus meningkat dan masalah kelangkaan pupuk yang selama ini meresahkan para petani dapat teratasi. Pemerintah Kabupaten Bone terus berupaya untuk mendukung para petani dalam meningkatkan hasil pertanian mereka, terutama di wilayah-wilayah yang terdampak bencana.(*)