BALIKPAPAN.BONEKU.COM,– Di tengah geliat industri energi nasional, Pemerintah Kabupaten Bone mulai mengambil langkah strategis untuk memperkuat posisinya. Undangan khusus yang diterima Bupati Bone, H. Andi Asman Sulaiman, S.Sos., M.M., untuk menghadiri Workshop Kegiatan Usaha Hulu Migas Indonesia menjadi sinyal kuat bahwa daerah ini mulai diperhitungkan dalam percaturan energi nasional.
Kegiatan yang digelar oleh SKK Migas melalui Kantor Perwakilan Wilayah Kalimantan dan Sulawesi itu berlangsung pada 20-22 April 2026 di Hotel Pentacity Balikpapan. Forum tersebut mempertemukan berbagai pemangku kepentingan dari sejumlah daerah, termasuk Pemerintah Kabupaten Bone dan Wajo.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati Bone didampingi sejumlah pejabat daerah, di antaranya Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dray Vibrianto, Kepala Dinas Perindustrian Andi Promal Pawi, Plt. Kadis PMD Andi Akbar, Kepala Dinas BMCKTR H. Askar, Sekretaris Dinas PSDABK, Sekretaris Camat Dua Boccoe, serta Koordinator BPP Sucipto.
Kehadiran Bupati Bone bukan tanpa alasan. Partisipasi ini berkaitan erat dengan Kontrak Kerja Sama antara pemerintah daerah dan Energy Equity Epic Sengkang (EEES) Nomor 008/SKKMIGAS-EEES/III/2026 yang diteken pada 6 Maret 2026. Kesepakatan tersebut membuka peluang besar bagi Bone untuk terlibat lebih jauh dalam pengelolaan sektor hulu minyak dan gas bumi.
Workshop ini menjadi ruang strategis, tidak hanya sebagai forum pembelajaran, tetapi juga sebagai ajang pertukaran gagasan dan penjajakan peluang. Para peserta dibekali pemahaman komprehensif mengenai tata kelola industri hulu migas, mulai dari tahap eksplorasi, produksi, hingga aspek regulasi dan keberlanjutan. Bagi Kabupaten Bone, keikutsertaan ini menjadi investasi pengetahuan yang penting untuk memperkuat kapasitas daerah di sektor energi.
Tak hanya berlangsung di ruang konferensi, rangkaian kegiatan juga dilengkapi dengan kunjungan lapangan. Peserta diajak melihat langsung praktik industri serta mengunjungi sentra kerajinan tangan khas Kalimantan. Pengalaman ini memperkaya perspektif bahwa pembangunan ekonomi tidak hanya bertumpu pada industri besar, tetapi juga harus sejalan dengan pemberdayaan masyarakat dan pelestarian budaya lokal.
Rangkaian kegiatan semakin bermakna dengan kunjungan ke Ibu Kota Nusantara (IKN). Kawasan yang tengah dibangun ini menjadi simbol transformasi Indonesia, tidak hanya sebagai pusat pemerintahan baru, tetapi juga sebagai pusat inovasi dan pembangunan berkelanjutan.
Bagi Pemerintah Kabupaten Bone, kunjungan tersebut memberikan sudut pandang baru tentang bagaimana sebuah wilayah dapat dirancang menjadi pusat pertumbuhan dengan perencanaan yang matang, termasuk dalam pengelolaan energi dan lingkungan.
Bupati Bone, Andi Asman Sulaiman, menegaskan bahwa workshop ini bukan sekadar agenda formal, melainkan pintu masuk bagi Kabupaten Bone untuk memperluas perannya dalam sektor strategis nasional. Dengan keterlibatan aktif dalam kerja sama migas serta peningkatan kapasitas melalui forum seperti ini, Bone tengah menapaki jalur transformasi dari daerah agraris menuju daerah yang juga memiliki posisi dalam industri energi.
Di balik kunjungan ke Balikpapan, tersimpan harapan besar: Kabupaten Bone tidak lagi sekadar menjadi penonton, tetapi mampu menjadi pemain dalam pengelolaan sumber daya alam yang berkelanjutan dan berdaya saing. Langkah ini mungkin baru awal, namun arah yang dituju sudah jelas menuju masa depan energi yang inklusif, strategis, dan berkelanjutan. (*)
Penulis : Achyl
Editor : Admin Redaksi











