BONE.BONEKU.COM – Seorang guru di Pesantren Ar-Rahman, Kecamatan Bengo, Kabupaten Bone, berinisial MA (35), nekat menikam seorang remaja bernama Andi Malfian (21), Sabtu malam, 25 April 2026. Aksi tersebut dipicu rasa tidak terima setelah sejumlah santri diduga menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok remaja.
Peristiwa ini bermula saat sekelompok remaja dari Dusun Jompie, Desa Liliriawang, berulang kali menggeber-geber sepeda motor di depan area pesantren. Aksi tersebut diduga sebagai bentuk provokasi terhadap para santri.
Awalnya, para santri memilih untuk tidak menanggapi. Namun karena kejadian itu terus berulang, salah satu santri akhirnya menghubungi salah satu remaja dari kelompok tersebut. Tak lama kemudian, remaja berinisial ZA (17) bersama lima rekannya mendatangi pesantren dan terlibat perkelahian dengan dua santri, masing-masing berinisial AR (13) dan AS (17).
Usai kejadian tersebut, ZA kembali ke kelompoknya dan mengaku telah dikeroyok oleh para santri. Mendengar hal itu, ZA bersama tujuh rekannya kembali mendatangi kedua santri tersebut dan diduga melakukan penganiayaan.
Kedua santri yang menjadi korban kemudian melaporkan kejadian itu kepada guru mereka, MA. Mendapat laporan tersebut, MA mendatangi lokasi tongkrongan para remaja untuk meminta penjelasan.
Namun setibanya di lokasi, situasi justru memanas. Salah seorang remaja disebut menyambut MA dengan kata-kata kasar. Emosi yang terpancing membuat MA memukul salah satu remaja, hingga akhirnya ia justru menjadi sasaran pengeroyokan.
“Saya dalam keadaan terdesak karena dikeroyok ramai-ramai, sehingga saya terpaksa menusuk salah satu di antara mereka. Setelah itu mereka semua kabur,” ujar MA saat diwawancarai di Polsek Bengo.
Akibat kejadian tersebut, korban Andi Malfian mengalami dua luka tusukan di bagian perut bawah. Setelah melakukan penikaman, MA meninggalkan lokasi kejadian. Namun sepeda motornya tertinggal karena kunci terjatuh di tempat kejadian perkara (TKP). Motor tersebut kemudian dibakar oleh rekan-rekan korban.
Kasat Reskrim Polres Bone, AKP Alvin Aji K, saat dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. Ia menjelaskan bahwa setelah kejadian, MA langsung menyerahkan diri ke Polsek Bengo.
“Usai kejadian, terduga pelaku langsung menyerahkan diri ke Polsek Bengo kemudian dibawa ke Polres bone, sementara masih pemeriksaan oleh tim penyidik” ujar AKP Alvin, Minggu (26/4/2026).
Untuk mengantisipasi kemungkinan aksi balas dendam dari pihak keluarga korban, Satuan Intelkam Polres Bone yang dipimpin Kanit Intel Aipda Andi Ashar bergerak cepat menjemput MA dari Polsek Bengo dan membawanya ke Mapolres Bone guna pengamanan lebih lanjut. (*)
Penulis : Heri
Editor : Admin Redaksi











