WAJO.BONEKU.COM – Inovasi ramah lingkungan kembali lahir dari Kabupaten Wajo. Salah seorang staf Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Wajo, Syamsudariadi, ST., MT., berhasil mengembangkan Wajo Green Pest, cairan anti rayap yang dibuat dari bahan dasar limbah ubi kayu.
Inovasi ini menjadi salah satu terobosan dalam pemanfaatan limbah organik menjadi produk yang memiliki nilai guna sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Wajo, Andi Fakhrul Rijal B., ST., MM., mengapresiasi kreativitas yang ditunjukkan oleh jajarannya. Menurutnya, Wajo Green Pest merupakan bukti bahwa limbah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat diolah menjadi produk inovatif yang bermanfaat bagi masyarakat.
“Kami sangat mengapresiasi inovasi yang dihasilkan oleh staf kami. Wajo Green Pest menjadi bukti bahwa limbah ubi kayu dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dalam pengendalian rayap. Inovasi seperti ini diharapkan mampu menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk lebih kreatif dalam memanfaatkan limbah sekaligus mendukung upaya pelestarian lingkungan,” ujarnya.
Ia menegaskan, DLH Kabupaten Wajo akan terus mendorong lahirnya berbagai inovasi yang berorientasi pada pengelolaan lingkungan, pengurangan limbah, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan sumber daya lokal secara berkelanjutan.
Menurutnya, inovasi menjadi salah satu kunci dalam menjawab tantangan pengelolaan lingkungan, sekaligus membuka peluang terciptanya produk-produk bernilai ekonomi yang berasal dari bahan-bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah.
Melalui pengembangan Wajo Green Pest, diharapkan limbah organik, khususnya limbah ubi kayu, dapat dimanfaatkan secara lebih optimal menjadi produk ramah lingkungan yang memiliki nilai tambah. Selain membantu mengurangi volume limbah, inovasi tersebut juga berpotensi menciptakan peluang usaha baru bagi masyarakat serta memperkuat upaya pelestarian lingkungan di Kabupaten Wajo.
DLH Wajo berharap inovasi serupa terus bermunculan sebagai bagian dari komitmen mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan ekonomi hijau yang berbasis pada potensi lokal. (*)










