Begini Kronologis Lengkap Emak-Emak Yang Ngamuk di SMK 5 Mare

- Jurnalis

Rabu, 17 Juli 2024 - 20:51 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tangkapan layar Video emak-emak ngamuk di SMKN 5 Mare

Tangkapan layar Video emak-emak ngamuk di SMKN 5 Mare

BONE,BONEKU.COM,– Sebuah video mendadak viral di Media Sosial lantaran dalam video tersebut terlihat seorang emak-emak mengamuk dalam ruangan sambil melempar buku yang berada diatas meja.

Berdasarkan dari hasil penelusuran tim redaksi boneku.com, emak-emak yang mengamuk itu diketahui adalah salah seorang orang tua Siswa di SMKN 5 Kecamatan Mare Kabupaten Bone, dia mengamuk lantaran diduga anaknya tidak naik kelas.

Ummi Rahayu salah seorang guru yang berstatus PNS di sekolah itu saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kejadian itu, kata dia kejadian itu terjadi Selasa, 17 Juli 2024 kemarin di Sekolah.

“Orang tua siswa ini mengamuk karana anaknya tidak naik kelas, bukan hanya anaknya tapi ada 22 anak sekolah lainnya yang juga tidak diloloskan oleh Kepala Sekolah,” Kata Ummi Rahayu yang dikonfirmasi lewat sambungan telpon. Rabu 18 Juli 2024.

Baca Juga:  Gelar Pertemuan FLLAJ, Satlantas Polres Bone–Jasa Raharja Perkuat Sinergi Amankan Nataru

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa 23 anak yang tidak naik kelas memang sering tidak masuk sekolah dan bolos sekolah, tetapi meski demikian orang tua berharap disinilah peran para guru yang harus membimbing para siswa ini senakal apapun mereka.

“Prosedur anak tidak naik kelas itu ada beberapa termasuk sebelumnya menyurat ke orang tuanya, selain itu juga ada langkah langkah preventif lain yang harus diambil, dan ini tidak dilakukan oleh kepala Sekolah Pak Andi Budi Suharsono ini,” Tambahnya

Menurut Ibu Ummi ini memang ada beberapa permasalahan yang terjadi di Sekolah tempat dia mengajar itu bahkan dia sudah pernah menyurat ke Dinas Pendidikan yang menangani SMK terkait persoalan-persoalan yan gada di SMK Bone ini.

“kalau boleh saya jujur memang sekolah kami ini sedang tidak baik-baik saja setelah masa kepemimpinan Kepsek Andi Budi ini,  termasuk gaji para guru honorer yang belum terbayarkan, padahal dana bos sudah cair,” Tambahnya

Baca Juga:  Obrolan Warung Kopi, Berikut Nama Tokoh Yang Berpotensi Maju di Pilkada Bone

Terpisah Kepala Sekolah SMKN 5 Mare Andi Budi Suharsono yang dikonfirmasi mengatakan bahwa terkait video yang viral itu sebenarnya hanya miskomunikasi, Ibu-ibu yang mengamuk itu bukan marah karena anaknya tinggal kelas melainkan saat itu dia pergi untuk mencari tahu kenapa anaknya bisa tinggal kelas tapi saat tu ada seorang guru yang merekamnya dan itulah yang membuat dia marah-marah.

“Terkait soal 23 siswa yang dianggap tinggal kelas ini, sebenarnya tidak ada istilah tinggal kelas karena dinas pendidikan itu memiliki program menangani Anak Putus Sekolah (ATS), sehingga saya perintahkan guru-guru untuk menangani anak putus sekolah,” Kata  Andi Budi Suharsono

Baca Juga:  Libur Nataru, Kasat Lantas Polres Bone Imbau Masyarakat Patuh dan Tertib Dalam Berlalu Lintas

Lebih jauh dia menjelaskan bahwa menurut catatan UNICEF ada sekitar 150 ribu (ATS) di Sulsel, sehingga Dinas Pendidikan memerintahkan setiap guru menangani anak putus sekolah  2 orang setiap guru untuk menyekolahkannya kembali.

“Tadi itu kita sudah melakukan rapat bersama dewan guru, para orang tua siswa dan juga perwakilan dinas pendidikan dan tadi kami memberikan arahan kepada para orang tua siswa ini untuk membantu kami agar mau membujuk anak anak kita ini mau sekolah kembali, dan semua orang tua tadi juga sudah sepakat,” Tambahnya

Terkait semua tuduhan yang dilontarkan oleh oknum guru itu terhadap dirinya, Andi Budi Suharsono mengatakan justru itu semua berbanding terbalik, dialah yang sering buat onar di sekolah dan terkadang ribut dengan sesama guru maupun siswa. (*)

Berita Terkait

BAZNAS Bone Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Warga Kurang Mampu
Siswa Latja Diktuba Polri di Bone Ditekankan Disiplin dan Etika Selama Pelatihan
Pemkab Bone Peringati Hari Otonomi Daerah, Wabup: Otonomi Harus Berdampak Nyata
Dari Sawah ke Pasar, Modus Pencurian Sapi di Bone Berakhir di Tangan Polisi
Harlah ke-2 ASATU, Pemuda Bone Siap Kawal Perubahan dan Perkuat Soliditas Organisasi
SMP Athirah Bone Borong Juara di Lomba Debat SMANSA Competition Vol IV
ART di Bone Diamankan Polsek Tanete Riattang, Diduga Curi Uang Majikan hingga Rp15 Juta
Guru Pesantren di Bengo Tikam Remaja, Dipicu Aksi Pengeroyokan Santri

Berita Terkait

Senin, 27 April 2026 - 18:43 WITA

BAZNAS Bone Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Warga Kurang Mampu

Senin, 27 April 2026 - 12:23 WITA

Siswa Latja Diktuba Polri di Bone Ditekankan Disiplin dan Etika Selama Pelatihan

Minggu, 26 April 2026 - 20:20 WITA

Dari Sawah ke Pasar, Modus Pencurian Sapi di Bone Berakhir di Tangan Polisi

Minggu, 26 April 2026 - 20:07 WITA

Harlah ke-2 ASATU, Pemuda Bone Siap Kawal Perubahan dan Perkuat Soliditas Organisasi

Minggu, 26 April 2026 - 19:47 WITA

SMP Athirah Bone Borong Juara di Lomba Debat SMANSA Competition Vol IV

Berita Terbaru