Holding Perkebunan Nusantara PTPN Siapkan Sumber Daya Dukung Program MBG

- Jurnalis

Sabtu, 25 Januari 2025 - 21:04 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA,BONEKU.COM,– Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) bersama sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) berkolaborasi mendukung percepatan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai daerah untuk memperluas cakupan penerima manfaat.

Guna mengakselerasi program tersebut, Kementerian BUMN akan membentuk Project Management Office (PMO) yang disesuaikan dengan tugas, peran, dan penentuan wilayah masing-masing BUMN.

Direktur Utama Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero), Mohammad Abdul Ghani, menyampaikan bahwa PTPN Group sepenuhnya mendukung program yang diinisiasi oleh pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tersebut.

“Ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), sekaligus salah satu bentuk komitmen kami untuk memberikan dampak langsung kepada masyarakat di sekitar wilayah operasional PTPN Group, Sesuai tata kelola dan ketentuan akan sangat diapresiasi,” ujar Adita.

Baca Juga:  Wujud Kepedulian, PTPN Group Salurkan Bantuan ke Masyarakat Terdampak Banjir

Pada tahap awal pelaksanaan Program MBG, pemerintah telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp71 triliun melalui APBN 2025. Hingga saat ini, sebanyak 238 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau Dapur MBG telah beroperasi di 31 provinsi.

Sasaran penerima manfaat program ini meliputi anak sekolah dari jenjang PAUD hingga SMK dan SLB, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Sejak dimulai pada 6 Januari 2025 hingga pekan ketiga Januari, Program MBG telah menyentuh lebih dari 650 ribu penerima manfaat.

Mengenai PT Perkebunan Nusantara III (Persero):

PT Perkebunan Nusantara III (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang usaha agro bisnis, terutama komoditas kelapa sawit dan karet. Perseroan didirikan pada 11 Maret 1996 berdasarkan hukum pendirian merujuk pada Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 8 tahun 1996 tanggal 14 Februari 1996.

Baca Juga:  Wabup Bone Bahas Investasi Rp1,7 Triliun, Pelabuhan Tonra Segera Dibangun

Pemerintah kemudian mengubah pengelolaan bisnis BUMN Perkebunan dengan menunjuk Perseroan sebagai induk dari seluruh BUMN Perkebunan di Indonesia berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 72 Tahun 2014 tanggal 17 September 2014

Sebagai perusahaan induk (holding company) BUMN di sektor perkebunan, Perseroan saat ini menjadi pemegang saham mayoritas dari 3 sub holding yaitu Supporting Co (PTPN I), Palm Co (PTPN IV) dan Sugar Co (PT Sinergi Gula Nusantara).

Selain itu terdapat anak perusahaan di bidang pemasaran produk perkebunan yaitu PT Kharisma Pemasaran Bersama Nusantara (PT KPBN), anak perusahaan di bidang riset dan pengembangan komoditas perkebunan yaitu PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) serta anak perusahaan lainnya yaitu PT LPP Agro Nusantara (LPPAN), PT Industri Nabati Lestari (INL), PT Kawasan Industri Nusantara (KINRA), PT Industri Karet Nusantara (IKN), PT Bio Industri Nusantara (BIONUSA), dan PT Sri Pamela Medika Nusantara (SPMN).

Baca Juga:  Kinerja Cemerlang: Laba PTPN Melejit Lebih dari 10 Kali Lipat di Kuartal I-2025

Saat ini Perseroan secara konsolidasian merupakan salah satu perusahaan perkebunan terbesar di dunia berdasarkan total lahan konsesi perkebunan. Produk komoditas Perseroan mencakup komoditas anak perusahaan cukup terdiversifikasi antara lain kelapa sawit, karet, tebu, teh, kopi, tembakau dan kakao, serta produk hilirnya masing-masing. Perseroan saat ini tengah melakukan upaya-upaya transformasi bisnis baik di sektor budidaya tanaman perkebunan (on-farm), pengolahan tanaman perkebunan (off-farm) serta unit-unit pendukungnya guna meningkatkan kinerja maupun produktivitas dan efisiensi bisnis. (*)

Berita Terkait

Sidak Pasar Bersama Forkopimda, Gubernur Sulsel: Harga Sembako Relatif Terkendali
Wabup Bone Bahas Investasi Rp1,7 Triliun, Pelabuhan Tonra Segera Dibangun
Tekan Lonjakan Harga, Pemkab Bone Bentuk Kios Pangan di Tiap Kecamatan
Video Diduga Konsumsi Narkoba di Hadapan Anak, Terduga Pelaku Diamankan Polisi
Menjelang Ramadhan Harga Cabai di Pasar Tradisional Kian Pedas
Warga Bone Padati Operasi Pasar Elpiji, Gas Subsidi Ludes dalam Hitungan Jam
Usai Hadiri WEF Davos 2026, Presiden Prabowo Kembali ke Tanah Air
Senyap Tapi Menyala : Langkah Strategis RMS Tinggalkan Nasdem dan DPR-RI

Berita Terkait

Jumat, 20 Februari 2026 - 13:02 WITA

Sidak Pasar Bersama Forkopimda, Gubernur Sulsel: Harga Sembako Relatif Terkendali

Kamis, 19 Februari 2026 - 19:50 WITA

Wabup Bone Bahas Investasi Rp1,7 Triliun, Pelabuhan Tonra Segera Dibangun

Kamis, 19 Februari 2026 - 15:48 WITA

Tekan Lonjakan Harga, Pemkab Bone Bentuk Kios Pangan di Tiap Kecamatan

Rabu, 18 Februari 2026 - 17:46 WITA

Video Diduga Konsumsi Narkoba di Hadapan Anak, Terduga Pelaku Diamankan Polisi

Senin, 9 Februari 2026 - 12:22 WITA

Menjelang Ramadhan Harga Cabai di Pasar Tradisional Kian Pedas

Berita Terbaru