BPN Bone Siap Bantu Warga Cek Sertifikat Perumahan yang Bermasalah

- Jurnalis

Kamis, 20 November 2025 - 23:09 WITA

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepal BPN Bone, saat ditemui sejumlah Media di runag kerjanya, Kamis, 20/11/2025.

Kepal BPN Bone, saat ditemui sejumlah Media di runag kerjanya, Kamis, 20/11/2025.

BONE, BONEKU.COM — Permasalahan fasilitas umum (fasum), fasilitas sosial (fasos), hingga prasarana dan utilitas (PSU) di BTN Bone Wood Gardenia akhirnya terungkap setelah warga menyampaikan keluhan terkait kondisi drainase, jalan, dan jembatan di perumahan tersebut. Hingga kini, pengembang diketahui belum menyerahkan PSU kepada pemerintah, sehingga seluruh keluhan warga masih menjadi tanggung jawab pihak pengembang.

Tidak hanya terjadi di BTN Bone Wood Gardenia, persoalan serupa juga dialami warga BTN Puri Tiara Indah, yang berada dalam kelurahan yang sama. Seorang warga berinisial AD mengungkapkan kekecewaannya karena pihak Bank Tabungan Negara (BTN) mengaku tidak mengantongi sertifikat rumah yang hendak ia lunasi. Karena hal itu, AD menghentikan pembayaran kredit sejak lima tahun lalu.

Baca Juga:  Kapolsek Kajuara Edukasi Santri Ponpes Darul Huffadh Tentang Bahaya Narkoba

AD menjelaskan bahwa awalnya ia berniat melunasi kredit rumah yang dibeli mantan suaminya pada tahun 2009. Namun keinginan itu urung dilakukan setelah pihak bank menyatakan tidak memegang sertifikat rumah, serta tidak mengetahui keberadaan pengembang.

“Saya sudah dua kali bertemu pimpinan cabang. Dulu saya mau lunasi, tapi setelah konfirmasi, pihak bank bilang tidak ada sertifikatnya dan tidak tahu di mana developernya. Jadi saya hentikan pembayarannya, padahal sisanya tinggal sedikit,” ungkap AD.

Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Bone, Kuncoro Bakti Hanung Prihanto, yang ditemui di ruang kerjanya pada Kamis (20/11/2025), menjelaskan bahwa pengembang wajib menyiapkan sertifikat sejak awal, baik sertifikat induk maupun yang sudah dipecah sesuai site plan.

Baca Juga:  Bupati Bone Sidak UKPBJ, Perintahkan Percepatan Lelang Proyek Strategis

“Pengembang harus membebaskan lahan terlebih dahulu, mengurus izin, dan memastikan akta pendirian PT-nya jelas di bidang perumahan. Setelah itu mengajukan permohonan hak. Nantinya terbit sertifikat induk atas nama pengembang, misalnya PT B, lalu dipecah sesuai site plan, baru kemudian dibaliknamakan ke masing-masing konsumen,” jelas Hanung.

Ia menegaskan bahwa BPN tidak mungkin menahan sertifikat, sehingga kasus seperti yang dialami AD harusnya tidak terjadi jika pengembang menjalankan kewajibannya. Hanung menyebut, praktik pengembang nakal kerap merugikan masyarakat.

Baca Juga:  Memasuki Tahapan Kampanye Bawaslu Gelar Rapat Pemantapan Pengawasan

“Yang saya khawatirkan, sertifikat induk itu dijaminkan. Itu rawan. Konsumen harus pastikan sertifikatnya ada atau tidak. Jangan tergiur harga murah,” pesannya.

Hanung menyampaikan keprihatinannya atas banyaknya warga yang menjadi korban pengembang yang tidak patuh aturan. Ia menegaskan BPN siap membantu masyarakat yang ingin memeriksa status sertifikat rumah mereka sebelum mengambil langkah hukum atau menghentikan cicilan seperti yang dilakukan AD.

“Informasi dari kami hanya sebatas memastikan apakah sertifikat itu sudah terbit dan atas nama siapa. Kasihan masyarakat kalau terus jadi korban,” tutupnya. (*)

Berita Terkait

Kebakaran Hebat di Bone, 11 Rumah Panggung Ludes Dilalap Api, Warga Sebut Ada Korban Jiwa
PWRI Ponre Resmi Dikukuhkan, Bupati Bone Dorong Purnabakti Tetap Aktif Berkontribusi
Operasi Antik Lipu 2026, Polres Bone Ungkap 13 Kasus dan Amankan 19 Tersangka dalam 2×24 Jam
Suasana SPBU Labuaja Mendadak Tegang, Warga Diduga Dianiaya hingga Luka di Wajah
Kapolsek Bontocani Gandeng Baznas Bone Bedah Rumah Warga Pelosok, Kisah Keluarga Rasli Tuai Perhatian
Saling Tantang di Live TikTok Berujung Penyerangan, 6 Orang Diamankan Bersama Badik dan Anak Busur
Dilarang Gunakan Knalpot Brong, Begini Penegasan Kasat Lantas Polres Bone
BIAS Sasar Siswa Kelas 1, 2 dan 5 SD Inpres 10/73 Mappesangka

Berita Terkait

Sabtu, 12 September 2026 - 15:06 WITA

Kebakaran Hebat di Bone, 11 Rumah Panggung Ludes Dilalap Api, Warga Sebut Ada Korban Jiwa

Jumat, 11 September 2026 - 18:57 WITA

Operasi Antik Lipu 2026, Polres Bone Ungkap 13 Kasus dan Amankan 19 Tersangka dalam 2×24 Jam

Jumat, 11 September 2026 - 17:28 WITA

Suasana SPBU Labuaja Mendadak Tegang, Warga Diduga Dianiaya hingga Luka di Wajah

Jumat, 11 September 2026 - 15:38 WITA

Kapolsek Bontocani Gandeng Baznas Bone Bedah Rumah Warga Pelosok, Kisah Keluarga Rasli Tuai Perhatian

Jumat, 11 September 2026 - 14:22 WITA

Saling Tantang di Live TikTok Berujung Penyerangan, 6 Orang Diamankan Bersama Badik dan Anak Busur

Berita Terbaru